Wilujeng Sumping

SundaNet.com kini telah kembali menampilkan arsip tulisan yang pernah dimuat sebelumnya. Terima kasih atas dukungannya.

Kritik, saran, ide, penawaran kerja sama? Silakan menghubungi admin@sundanet.com.

Arsip Artikel

Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang

1 Dec 2004 - 4:14 am

1. KIAMAT TEH TANGTOS BAKAL KAJADIAN (:78/1,2,3,4,5) - rhs, 29 Jumadilawal 1424 H


  • Assalamu'alaikum, ka muslimin wal muslimat,
    asalamu'alaikum, ka mu'minin wal mu'minat.
  • Seja nyanggakeun nadoman, sumberna ayat Al-Qur'an,
    juz anu ka tilupuluh, mugia jadi pituduh.
  • An-Naba' nami suratna, tujuhdalapan nomerna,
    dupi nu jadi ayatna, kahiji dugi kalima,
  • Anu kapir teu percaya, yen kiamat bakal aya,
    pajar ukur nyingsieunan,nu kapir teh seuseurian,
  • Padahal kiamat pasti, bakal cunduk hiji wanci,
    nu uninga mung Ilahi, manusa mah moal ngarti.
  • Mun kiamat enggeus cunduk, nu kapir bati ngaheruk,
    kakara sadar jeung eling, elingna geus elat teuing,
  • Nu mawi yeuh kanca mitra, urang teh wajib percaya,
    engke dina hiji mangsa, kiamat pasti cundukna.
  • Ti ayeuna urang tobat, samemeh dongkap kiamat,
    mugi Alloh ngahampura, kana samudaya dosa.

KUNINGAN: DENGAN AMANAT SEWAKA DARMA DARI PRABUGURU DARMASIKSAUpaya Memanfaatkan Nilai Budaya Lokal yang Terkandung dalam Kropak 632 sebagai Kontribusi bagi Kesejahteraan Bangsa

1 Dec 2004 - 4:12 am

Ternyata berdasarkan data historis wilayah Kuningan mempunyai kedudukan yang sangat kuat dan mendasar dalam memberi warna pada karakter Urang Sunda/Jawa Barat. Berbahagialah kita yang kini masih berkesempatan untuk menyimak, menafakuri, dan mengamalkan kearifan lokal. Meskipun sedikit terlambat bagi kita untuk mengetahui nilai-nilai kearifan nenek moyang kita.

Dalam khazanah naskah kuno Tatar Sunda, dikenal sebuah naskah dengan nama SEWAKA DARMA atau AMANAT GALUNGGUNG atau NASKAH CIBURUY (tempat ditemukannya naskah tsb, di daerah Garut) dengan kode Kropak No. 632. Ditulis di atas 7 lembar daun nipah dengan menggunakan aksara Sunda.

Drs. SETIA PERMANA, MSi"Konci Hirup, Salawasna Kudu Daria dina Nyanghareupan Rupa-rupa Pasualan"

4 Nov 2004 - 7:44 am

Walaupun sudah cukup lama bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan dengan tokoh yang kami tampilkan kali ini, SundaNet.Com baru memiliki kesempatan untuk menampilkan profilnya. Hal ini mungkin karena sifatnya yang "handap asor" serta low profile yang menjadikan dirinya agak enggan untuk ditampilkan di rubrik ini. Pada kesempatan pertama di penghujung tahun 2003, saat SundaNet.Com melaksanakan kegiatan di 8 Kota/Kabupaten dalam rangka Sosialisasi Tata Ruang dan Permukiman Jawa Barat bersama Dinas terkait melalui Pagelaran Tembang Sunda Nurhidayahan dan Dialog terbuka bersama tokoh-tokoh masyarakat, tokoh kita ini menjadi moderator untuk kegiatan diskusi tersebut. Kemudian saat Dialog Terbuka tentang Lingkungan Permukiman Sehat,, di Kota Depok, Bekasi dan Cirebon,barulah SundaNet.Com berkesempatan bisa menggali informasi seputar dirinya dan menampilkan profilnya di situs ini.

KOTA BEKASIPERNAH MENJADI IBUKOTA KERAJAAN TARUMANAGARA

19 Oct 2004 - 2:18 am

Bila kita berkesempatan memasuki kota-kota yang berada di Tatar Sunda - Jawa Barat, yang terasa dan terekam sebagian besar adalah atmosfir kehidupan kota-kota bernuansakan "jaman sekarang" - kota metropolis - yang hampir seragam keadaannya. Malah kota Bekasi telah direncanakan untuk menjadi kota metropolitan, ditambah lagi secara geografis kewilayahan begitu dekat dengan Kota Jakarta. yang sudah lebih dulu menjadi metropolitan dengan sejumlah permasalahan yang menimpanya.

KOTA DEPOKMANDALA BINAYA PANTI KAWIKWAN

19 Oct 2004 - 2:13 am

Ketika kita memasuki kota-kota yang berada di Tatar Sunda - Jawa Barat, yang terasa dan terekam sebagian besar adalah atmosfir kehidupan kota-kota bernuansakan "jaman sekarang", kota metropolis yang hampir seragam keadaannya. Demikian pula permasalahan yang dihadapi para stakeholders pun hampir seragam pula. Antara lain permukiman kumuh, sampah yang selalu menjadi masalah, perihal air yang semakin mengkhawartirkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Ini baru masalah yang berskala fisik, belum lagi masalah kehidupan lainnya yang menyangkut kualitas penduduknya. Bukankah IPM Provinsi Jawa Barat hanya menduduki nomor 17 dari 26 provinsi di NKRI ini, di bawah IPM Provinsi Papua dan NAD.