KOTA BANDUNG SEMAKIN PANASakibat endapan gas buang pabrik & kendaraan bermotor

23 Aug 2001 - 12:00 am

Pengendapan partikel yang berasal dari gas buang pabrik dan kendaraan bermotor maupun debu-debu mengakibatkan udara di Kota Bandung menjadi panas. Bandung Tempo Doeloe, udara di Kota Bandung sangat sejuk.

Pengendapan partikel yang berasal dari gas buang pabrik dan kendaraan bermotor maupun debu-debu mengakibatkan udara di Kota Bandung menjadi panas. Bandung Tempo Doeloe, udara di Kota Bandung sangat sejuk.

Hal tersebut disampaikan Dra. Sri Hartati S, MSP dosen Jurusan Metrologi dan Geofisika Institut Teknologi Bandung.

Lebih lanjut dikatakan, pada malam hari partikel-partikel tersebut mengendap di bawah cekungan Bandung. Sedangkan pada siang hari, partikel tersebut menguap tetapi tidak seluruhnya terangkat.

Sedangkan penyebab lainnya, karena angin yang bertiup diatas Kota Bandung tidak kencang. Hal ini mengakibatkan jumlah partikel menumpuk dan berputar-putar diatas udara Kota Bandung. Pada siang hari partikel yang ada bertambah banyak. Sedangkan kondisi angin yang bergerak perlahan membuat partikel tersebut terjebak. Selanjutnya partikel tersebut menimbulkan radiasi rumah kaca. Karenanya, udara di Kota Bandung akan terasa lebih panas sebab partikelnya tidak menguap terbawa angin.

Kondisi alam Kota Bandung seperti ini, membuat hawa terasa lebih panas ketimbang Jakarta. Sebab di Jakarta angin berhembus sangat kencang, dan membuat partikelnya cepat terbawa angin sehingga udara panasnya terlepaskan ke udara. Selain itu secara geografis Jakarta berada di tempat yang landai dan datar, sehingga lebih memungkinkan untuk mengangkat partikel yang ada.

Kendati demikian, diperkirakan suhu udara di Badung masih normal, berkisar antara 25-30C. Sedangkan yang membuat udara panas adalah adanya thermal akibat penumpukkan partikel tersebut. Kondisi tersebut mirip kaca mobil. Udara di luar tidak sepanas dengan udara di dalam mobil, demikian menurut Dr. Sri Hartati S, MSP.