Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dangka (60)

SASTERA LISAN BADUY

28 Jan 2002 - 11:09 pm

Urang "BADUY" Kanekes, yang bermukim di Pegunungan Kendeng, Banten Selatan, sebagai masyarakat tradisi murni, yang masih kuat menampakan cirri-ciri budaya Nusantara sebelum kedatangan Hindu dan Budha. Diantaranya, penghormatan kepada Roh Karuhun (leluhur) serta tercemin pula dalam sementara bentuk sastra lisannya yang mengandung nilai falsafah Sunda buhun, seperti pada mantera. Sampai kini pada era globalissasi komunikasi, pada penghujung Abad XX, masih kuat dan mantap berdiri dengan jatidirinya. Jatidiri, kepribadian, Sunda antara lain: menghormati karuhun, menjaga dan melestarikan lingkungan serta hidup dalam bergotong royong, serta bermusyawarah untuk mufakat.

CARITA PARAHIYANGAN

30 Nov 2001 - 1:06 am

Carita Parahiyangan teh hiji naskah kuno titilar Karuhun Urang sunda ti Galuh anu pohara munelna, ieu naskah teh luhur pisan ajen sajarahna, teu eleh ajenna najan dibandingkeun jeung pararaton atawa Nagarakretagama, nyaeta anu nyaritakeun hal ihwal katut kaayaan Singasari jeung Majapahit.

Carita Parahyiangan eusina nyarsilahkeun kaayaan pulo Djawa anu nyurug ka bagian Beulah kulon jeung sabagian ka Beulah Wetan; malah nyarsilahkeun Raja Sanjaya basa angkat ti Galuh ka tatar Wetan.

Tempat-tempat atawa daerah anu ditulis dina ieu naskah Carita Parahiyangan sabagian parantos kaungsi raratanana, sarta ti eta tempat-tempat teh loba bahan-bahan sejenna anu bias diguar.

MENGENAL GEDUNG-GEDUNG KUNO DI KOTA BANDUNG

12 Nov 2001 - 7:41 pm

Beberapa bangunan kuno peninggalan Zaman Kolinal Belanda yang ada di Kota Bandung kini hampir punah. Beberapa diantaranya telah direnovasi sehingga merubah bentuk bahkan diantaranya ada yang hilang sama sekali.

Berikut beberapa bangunan yang masih berdiri kokoh dan bisa dilihat gaya arsitekturnya, sebagai peninggalan artistik di bidang arsitektur. Mungkin sebaiknya bangunan seperti ini jangan sampai kita musnahkan sama sekali malah sebaiknya kita pertahankan wujud bangunannya tanpa merubah keasliannya. Gedung-gedung tersebut diantaranya Gedung Dwi Warna, Gedung Pakuan dan Gedung Sate serta beberapa bangunan lainnya.

MENGENANG PERMAINAN ANAK-ANAK TEMPO DULU

1 Nov 2001 - 11:52 pm

Kehidupan anak-anak di masa lalu jauh berbeda dengan anak-anak masa kini, terutama dalam hal permainan. Anak-anak tempo dulu kerap bermain dengan alam dan kehidupannya. Sedangkan anak-anak masa kini sudah dihadapkan pada berbagai permainan yang berbau elektronik dan barang-barang jadi yang siap dibeli di toko-toko mainan maupun Super Market atau Mall.

Anak-anak tempo dulu, permainannya kerap kali dihadapkan pada alam dan lingkungan sekitarnya. Permainan di malam hari tidak sama dengan permainan di pagi hari, siang hari, maupun sore hari. Selain itu juga cuaca maupun musim amat menentukan cirri khas dari permainan anak-anak tempo dulu. Sedangkan anak-anak zaman sekarang tidak lagi terpaut pada waktu, tempat maupun musim. Kapan saja dimana saja mereka bisa bermain dengan leluasa.

TATI SALEHPENARI ISTANA YANG TEKUN DENGAN PROFESINYA

30 Oct 2001 - 12:08 am

Bagi masyarakat Tatar Sunda khususnya serta Pencinta Seni Budaya Daerah di seluruh Tatar Nusantara sepertinya sudah tidak asing lagi dengan nama Tati Saleh. Beliau adalah salah seorang Juru Kawih, Juru Tembang, Penari, Pemain Film serta Penggubah Tari Jaipongan yang sudah tidak asing lagi.

Darah seni yang dimiliki Tati Saleh ini mengalir dari ayahanda tercintanya Rd. Abdullah Saleh. Pada zamannya ayahanda Tati Saleh ini dikenal sebagai Tokoh Seniman Ciamis yang sekaligus berprofesi sebagai Kepala Kebudayaan Ciamis. Ibundanya bernama Tjarwita Djuariah serta bertugas sebagi Kepala Urusan Dalam Rumah Sakit Ciamis yang juga mengajar Seni Tari dan Tembang.