Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci diajak (8)

KARAWANG : Saksi Sejarah Perjalanan Peradaban Manusia di Tatar Sunda - Jawa Barat Sejak Awal sampai Masa yang Akan DatangOleh : H.R. Hidayat Suryalaga

15 Mar 2005 - 10:09 am

Berbincang tentang wilayah Karawang, kenangan diajak menerawang ke masa lampau sejak perjalanana peradaban penghuni di Tatar Sunda khususnya dan wilayah Nusantara umumnya mulai menapaki awal perjalanan keberadaannya.

Memang adakalanya berbincang tengtang masa lalu kadang terperangkap pada suasana emosi yang penuh romantisme dan nostalgia. Dan keadaan seperti itu tidak kita kehendaki, dan perbincangan kita tidak mengarah kepada "mimpi nan indah masa lampau". Dambaan kita adalah firman-Nya, "Bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang asal bila selesai satu pekerjaan kita garap yang lainnya. Bukankah disabdakan-Nya pula suatu perubahan hanya dapat terjadi bila kita mau merubahnya".

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS 30 (bagian 2)Tina Surat AN NAZIAAT (Malaikat anu Ngadudut Roh) - Surat Katujuhpuluh salapan - ayat 1 d/k 46

20 Dec 2004 - 12:33 pm

15. SAKARATNA JELEMA ANU KAPIR KACIDA PIKAWATIREUNANA (:79/1) - rhs, 17 Jumadilahir 1428 H


  • Sakaratna jalma kapir, estuning ku matak watir,
    ku Ijroil digebugan, anu kapir diteunggeulan.
  • Digebugan sahabekna, sangkan ka luar nyawana,
    nyawana mugen embungeun, sieun dika-narakakeun.
  • Si nyawa didudut tarik, nyawa teh ngajerit ceurik,
    tingkoceak sosongkolan, sakaratna nu teu iman.
  • Naha atuh maneh kapir, teu inget engke di ahir,
    bakal pinanggih jeung maot, dipapag malakal maot.
  • Sanajan ampun-ampunan, enggeus euweuh kasempetan,
    tobatna geus elat teuing, naha baheula teu eling.
  • Tarima bae buktina, sabab teu iman teu takwa,
    marukan teh bakal lana, langgeng rek hirup di dunya.
  • Na naon nu diteangan, ngumbar napsu tetemenan,
    terang-terang geus lekasan, malakalmaot nungguan.

AJIP ROSIDI : "SOSOK ORANG SUNDA MODEREN?"Oleh : Ganjar Kurnia (Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran)

14 Dec 2004 - 10:38 pm

Sebagai orang yang tidak pernah berinteraksi secara mendalam dengan Kang Ajip Rosidi (KAR), maka ketika diminta untuk memberi pandangan terhadap KAR, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membaca buku-bukunya. Karena tinjauannya lebih kepada pemahaman terhadap sosok pribadi (bukan telaah karya sastra), maka pilihan jatuh kepada buku-buku karya KAR yang menurut KAR sendiri "jiga otobiografi atawa memoar" atau "panineungan". Adapun buku-buku yang dianggap "jiga otobiografi atawa memoar" dan "panineungan" tersebut adalah : Hurip Waras (1988), Beber Layar (Cetakan ke 1 tahun 1964), Pancakaki (1993), Trang-trang Kolentrang (1999), Ucang-Ucang Angge (2000).

HAJI HASAN MUSTAPA

29 Jan 2003 - 9:41 pm

Haji Hasan Mustapa (Cikajang, Garut, 1852-Bandung, 1930). Penghulu besar, ulama, pujangga Sunda yang terbesar. Ayahnya, Mas Sastramanggala, setelah naik haji disebut Haji Usman, camat perkebunan. Meskipun Haji Usman sendiri waktu kecil bersekolah, tetapi Hasan Mustapa tidak disekolahkannya, melainkan disuruh belajar diberbagai pesantren. Pada umur 7 tahun, ia dibawa ayahnya naik haji ke Mekah, sekembalinya disuruh belajar di beberapa pesantren. Pada usia kira-kira 17 tahun dikirimkan ke Mekah untuk memperdalam ilmu agama dan bermukim disana 1.k. 10 tahun, setelah kembali ia masih disuruh belajar lagi kepada beberapa kiai.

WAWACAN ANGLING DARMA

8 Aug 2002 - 6:23 am

Puteri Raja Bojanegara yang bernama Dewi Srenggana bermimpi melihat dan kejatuhan cahaya serta mendengar suara yang mengatakan bahwa sinar yang terang itu adalah penjelmaan Putri Setyawati dari Malawa yang meninggal karena labuh geni dan akan menitis, Dewi Srenggana semakin elok tiada bandingannya dan berganti nama menjadi Dewi Ambarawati.