Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci membedakan (7)

KELOMPOK PEMAKAI KUJANG

26 May 2004 - 6:45 pm

Sekalipun kujang identik dengan keberadaan kerajaan Pajajaran pada masa silam, namun berita Pantun Bogor (PB) tidak menjelaskan bahwa alat itu dipakai oleh seluruh masyarakat Sunda secara umum. Perkakas ini hanya digunakan oleh kelompok tertentu yaitu para raja, prabu anom, golongan pangiwa, panengen, golongan agamawan, para putrid serta golongan kaum wanita tertentu, dan para kokolot. Sedangkan rakyat biasa menggunakan perkakas-perkakas lain seperti golok, congkrang, sunduk dan sebagainya. Kalau ada yang menggunakan kujang, sebatas jenis pamangkas untuk keperluan berladang.

WAWACAN ANGLING DARMA

8 Aug 2002 - 6:23 am

Puteri Raja Bojanegara yang bernama Dewi Srenggana bermimpi melihat dan kejatuhan cahaya serta mendengar suara yang mengatakan bahwa sinar yang terang itu adalah penjelmaan Putri Setyawati dari Malawa yang meninggal karena labuh geni dan akan menitis, Dewi Srenggana semakin elok tiada bandingannya dan berganti nama menjadi Dewi Ambarawati.

TATA BUSANA DODOT SUNDA & DODOT POLENG RELIGIUSOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga

11 Mar 2002 - 3:51 am

Tata busana Mojang Sunda sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keindahan, keluwesan, mode serta asesoriesnya selalu menjadi acuan tata busana wanita Nasional. Demikian pula tata busana Pengantinnya, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang pesat, sehingga Bandung sering disebut sebagai pusat mode bagi Nusantara.

Tetapi tata busana untuk kaum Pria Sunda tidak sepesat perkembangan tata busana mojangnya. Padahal tidak sedikit kaum pria Urang Sunda yang pada waktu-waktu tertentu, seperti halnya dalam resepsi pernikahan, sangat berkeinginan untuk mempunyai tata busana pria yang khas Sunda. Pada beberapa kesempatan penulis telah mencoba memodifikasi tata busana Dodot Kasundaan, hasilnya antara lain berupa tata busan pria/dodot Jajaka yang digunakan sebagai tata busana wajib pada pemilihan Jajaka dan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat (1993).

SASTERA LISAN BADUY

28 Jan 2002 - 11:09 pm

Urang "BADUY" Kanekes, yang bermukim di Pegunungan Kendeng, Banten Selatan, sebagai masyarakat tradisi murni, yang masih kuat menampakan cirri-ciri budaya Nusantara sebelum kedatangan Hindu dan Budha. Diantaranya, penghormatan kepada Roh Karuhun (leluhur) serta tercemin pula dalam sementara bentuk sastra lisannya yang mengandung nilai falsafah Sunda buhun, seperti pada mantera. Sampai kini pada era globalissasi komunikasi, pada penghujung Abad XX, masih kuat dan mantap berdiri dengan jatidirinya. Jatidiri, kepribadian, Sunda antara lain: menghormati karuhun, menjaga dan melestarikan lingkungan serta hidup dalam bergotong royong, serta bermusyawarah untuk mufakat.

MENGAPA MASYARAKAT SUNDA DEWASA INI CENDERUNG TIDAK NYUNDA?Suatu telaah untuk menelusuri akar masalah dan mencoba mencari kemungkinan solusinya

14 Sep 2001 - 12:00 am

Apakah yang menjadi cirinya orang Sunda yang Nyunda itu?
Cukup sulit, karena orang Sunda pun adalah "manusia yang tentu bersifat Universal". Tetapi tentu harus ada penanda yang signifikan seperti apa urang Sunda nu Nyunda teh (yang membedakan dari etnis lain).