Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci menengah (9)

H. RAHMATULLAH ADING AFFANDIE (RAF)"Nanjeurkeun Seni Islami jeung Budaya Sunda"

10 Feb 2003 - 12:45 am

Bagi yang memiliki hobi mengarang tetapi sulit mendapatkan ide, kelihatannya harus belajar dulu pada RAF. Tentang hal ini banyak yang sepakat, bahkan meyakini bahwa RAF memiliki "Jimat" khusus untuk mendatangkan ide. Bagaimanapun sulitnya ide, melalui dirinya ide tersebut akan didapatkan.

Walaupun usianya sudah lebih dari 73 tahun, juga akhir-akhir ini sering menderita sakit, daya imajinasinya masih lincah. "Pangarang profesional kudu bisa nulis iraha wae. Teu kudu ngadagoan "mood" mun rek nulis teh. Teu beda jeung wartawan, nulis teh lain lantaran keur daek, tapi hiji kawajiban," paparnya penuh semangat.

SEKOLAH MENENGAH KESENIAN INDONESIA (SMKI)

29 Jan 2003 - 9:09 pm

SMKI adalah satu-satunya sekolah menengah kejuruan yang menggarap kesenian Jawa Barat. Ketika didirikan pada tahun 1958 institusi pendidikan ini bernama Konservatori Karwitan dibawah naungan Direktorat Jenderal Kesenian. Setelah dikelola Dikmenjur (Pendidikan Menengah Kejuruan), namanya berubah menjadi Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, dan pada tahun 1994 menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 (SMKN 10) Jurusan Seni Pertunjukan. Namun karena dirasa lebih tepat, banyak orang lebih suka menyebutnya sebagai SMKI, atau Sekolah Menengah Kesenian Indonesia.

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".

Sebuah Catatan: DIALOG SERATUSMembangun Daya Tahan dan Daya Juang Masyarakat
(Kerjasama Bandung Spirit & YPSDM Forum Rektor)

20 Aug 2002 - 8:29 am

Akibat masa keterpurukan yang berkepanjangan, masyarakat kelas menengah kebawah dihadapkan kepada situasi kejiwaan yang berintikan rasa kehilangan. Mereka kehilangan sumber nafkah, kepercayaan (kepada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif), kehilangan panutan, kehilangan rujukan dalam kehidupan sehari-hari dan kehilangan harapan akan masa depan. Dibawah tekanan keadaan seperti itu, mereka lebih mudah melakukan baik tindak kejahatan individual maupun amuk masa yang destgruktif. Kedua macam tindakan itu berintikan kekerasan,baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam. Disesalkan, kelompok elit yang seharusnya menjadi panutan didalam dan mengatasi rasa kehilangan itu ternyata belum dapat diandalkan. Sebagian diantaranya bahkan tidak sadar akan masalah yang begitu nyata, sebagian lainnya justru memanfaatkan keadaan itu untuk tujuan-tujuan pribadi maupun golongan. Perbuatan tidak layak dan tidak terhormat seperti itu harus segera dihentikan dan upaya-upaya nyata yang benar-benar dibimbing cita-cita mulia harus digalakkan.

Ir. RGS Soeria Danoe NingratDalam Bekerja Harus Loyal Pada Institusi Bukan Kepada Orang

17 Oct 2001 - 7:24 am

Di kalangan aktifis dan pelaku bisnis bidang Pertanian dan Perkebunan Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat bukanlah nama yang asing. Beliau adalah salah seorang Putera Sunda yang tekun, loyal dan mempunyai prinsip yang kuat serta selalu menjaga amanah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sehingga tidaklah mengherankan apabila beberapa perusahaan yang dipimpinnya selalu menghasilkan nilai tambah khususnya di bidang perkebunan teh.

Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat atau yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Goembira ini, dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 17 Januari 1936. Ayahnya RAAM Soeria Danoe Ningrat teureuh Sumedanglarang, Sukapura dan Ciamis, pernah menjabat Bupati Sukabumi periode 1933-1942 dan diangkat kembali pada tahun 1947-1951. Sedangkan ibunya berasal dari Pangalengan, Kabupaten Bandung.