Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci tanya (53)

DAYA MAHASISWA SUNDA (DAMAS)

31 Aug 2001 - 12:00 am

Mahasiswa daerah dituntut untuk tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan tetapi juga harus pandai memposisikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu caranya adalah melalui aktifitas dalam organisasi yang berwandakan kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Dalam hal ini mahasiswa harus tampil dalam barisan terdepan.

Drs. H. Lily Hambali HasanRaih The Best Award Gold Priorty 2001

30 Aug 2001 - 12:00 am

Yayasan Pengabdi dan Mitra Perjuangan Reformasi Pusat Jakarta pada tanggal 29 Maret 2001 telah memberikan anugerah "The Best Award Gold Priorty 2001" bagi insan Pemilik Sumber Daya Manusia Tingkat Nasional.

Untuk tahun 2001 terpilih 52 Tokoh Nasional dari seluruh Indonesia dan salah seorang diantaranya konon Putera Daerah Pinilih dari Tatar Sunda dan hanya seorang dari Propinsi Jawa Barat yakni Drs. H. Lily Hambali Hasan, Sekda Kabupaten Purwakarta yang meraih penghargaan "The Best Prima Executive".

PAGUYUBAN PASUNDANKiprah Paguyuban Pasundan Pada Zaman Penggerakan Nasional (1914 - 1942)

30 Aug 2001 - 12:00 am

Pada saat didirikannya Paguyuban Pasundan bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama pendidikan bagi putra-putri Jawa Barat dan Kebudayaan Sunda.
Seirama dengan perkembangan pergerakan nasional yang lebih menjurus kearah Pergerakan Politik pada tahun 1919. Selanjutnya bidangnya diperluas, seperti bidang Ekonomi, Kepemudaan, Wanita, Media Massa, dan Pendidikan.

NGABUBURIT GAYA TEMPO DOELOESebuah Tradisi Masyarakat Sunda yang Nyaris Punah

30 Aug 2001 - 12:00 am

Ngabuburit dalam bahasa Sunda artinya melena-lena, melewatkan waktu di bulan puasa, sambil menunggu adzan maghrib, saatnya orang berbuka puasa. Caranya bagaimana mengisi waktu ngabuburit, dengan melena-lena sambil mengendalikan perilaku yang baik dan utama, agar puasa tetap terjaga, dan tidak batal.

SISINDIRANTradisi Menyindir Khas Orang Sunda

30 Aug 2001 - 12:00 am

Sisindiran merupakan sejenis sastra lisan warisan leluhur yang dalam setiap baitnya terdiri atas empat padalisan (baris). Selanjutnya setiap baris terdiri dari delapan pada (suku kata), sepintas memang mirip pantun Melayu. Akan tetapi dalam hal ini terdapat perbedaan, dimana dalam pantun Melayu satu barisnya berisi sepuluh suku kata.