Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dibesarkan (4)

KETIKA SUNDA HANYA DIJADIKAN WACANAOleh : Ganjar Kurnia

14 Dec 2004 - 10:45 pm

Salah satu hikmah dari jatuhnya rezim Suharto, adalah semakin menggeliatnya sebagian "orang" Sunda untuk turut aktif di dalam kegiatan-kegiatan "kasundaan". Orang-orang yang pada zaman Suharto, tidak pernah terdengar percaturannya dalam "kasundaan", sekarang ini banyak yang muncul di permukaan. Kegiatan seminar, diskusi bertema "kasundaan" marak dilaksanakan dengan berbagai tema, seperti budaya, eknomi, sejarah, politik dsb. Memang ada olok-olok bagi mereka-mereka yang tadinya tidak pernah nongol di kegiatan "kasundaan", tapi sekarang ini tiba-tiba ikut sibuk, dengan menyebutnya sebagai mualaf Sunda.

Prof. H. Ajip RosidiPengarang Sunda yang Produktif dan Inovatif

9 Oct 2001 - 4:20 am

Salah seorang Inohong Sunda yang tampil kali ini di SundaNet.Com adalah Prof. H. Ajip Rosidi. Beliau dilahirkan di Jatiwangi pada tanggal 31 Januari 1938. Saat ini Ajip Rosidi adalah salah seorang Guru Besar di Osaka Gaikokugo Daigaku atau Universitas Bahasa Asing Osaka.

Secara formal Ajip Rosidi tidak tamat Sekolah Menengah Umum (SMU). Walaupun demikian hasil karyanya melebihi tingkat sarjana. Kepandaian Ajip semakin terasah karena pada tahun 1953 sampai 1955 dipercaya mengomandani media Suluh Pelajar. Kemudian pada tahun 1965 sampai 1967 Ajip memegang Majalah Sunda, selain itu juga pernah memimpin Budaya Jaya dari tahun 1968-1979. Tulisan-tulisannya terasa tajam dan berisi. Apalagi sewaktu menerbitkan Majalah Sunda, nama Ajip sangat populer dan cukup diperhitungkan.

ADAT ISTIADAT SUNDA

6 Sep 2001 - 12:00 am

Bagi masyarakat yang lahir dan dibesarkan di Tatar Sunda, mungkin masih terngiang dan masih ingat sebuah kata yang berbunyi Pamali.
Kata pamali ini lazim sebuah sebutan untuk mengatakan segala sesuatu yang tabu, dan jangan sekali-kali kita menanyakan mengapa bila disebut pamali.

Letjen. Purn. Dr. H. MashudiBekerja, Belajar dan Beribadah Seumur Hidup

22 Aug 2001 - 12:00 am

Jika sedang berada di Podium, suara tokoh kita yang lantang ini pasti orang yang tidak melihat wajahnya akan menyangka suara ini keluar dari sosok yang berusia sekitar 40 - 50 tahun. Padahal Pak Mashudi dilahirkan di Garut tanggal 11 September 1919 di Cibatu Garut, jadi kita boleh berbangga pada Tokoh kharismatik yang satu ini di bilangan usia 81 tahun, suaranya masih terdengar lantang dan sehat.

Kunci sukses Pak Mashudi yang pernah menjabat Gubernur Jawa Barat pada periode 1960 - 1970, adalah Bekerja, Belajar dan Beribadah Seumur Hidup.