Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci terambil (3)

MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 2)H.R. Hidayat Suryalaga

13 Oct 2003 - 2:10 am

Bahan yang digunakan untuk alat bertenun, terutama yang berasal dari flora/kayu, diuraikan secara rinci. Ini memberi ilustrasi bahwa masyarakat Sunda lama sangat akrab dengan kualitas bermacam flora/kayu, tentu saja dapat dikaitkan pula dengan penanda nilai filosofinya.

Beberapa nama flora yang biasa disebut a.l: Jati Pangrango, Ki Merak, Manglid, Ki Maung, Ki Putri, Jeungjing, Tangkolo Hejo, Ruyung Sagara, Hantap Heulang, Tamiang Sono, Ki Julang Nunggal, Bungbulang Peucang, Ki Julang Anom, Kai Tanggulun, Kai Tanggilin, Awi Tali Nunggal, Awi Bitung, Tanjung, Katapang.

Demikian pula penggunaan nama-nama tokoh (Wayang, Babad, Sejarah, nama fiktif folklorik, toponimi), mengandung makna filosofis tertentu. Semoga suatu saat ada perbincangan yang tentu akan sangat menarik untuk disimak dari para ahli tentang makna simbolisasi yang terkandung di dalamnya.

TERUSIKNYA KEMESRAAN ANTARA RUANG KEHIDUPAN ALAMIAH DENGAN MANUSIA DALAM USAHA UNTUK NGERTAKEUN BUMI LAMBAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

13 Oct 2003 - 2:05 am

Dalam judul wacana di atas, ada satu "kalimat" yang mungkin terasa masih agak asing dalam pengertian kita yaitu "NGERTAKEUN BUMI LAMBA". Istilah tsb terambil dari Naskah Kuno SANGHIYANG SIKSA KANDA'NG KARESIAN (Th 1518 M), ketika pemerintahan Sang Prabu Siliwangi (Jaya Dewata, Sri Baduga Maharaja, Keukeumbingan Raja Sunu, Sang Pamanah Rasa - 1482 - 1521 M) di kerajaan Pajajaran. Dalam naskah tsb, dikatakan bahwa tugas manusia hidup di dunia adalah untuk Ngertakeun Bumi Lamba yang artinya MENJEJAHTERAKAN KEHIDUPAN DI DUNIA dan ini sepemaknaan dengan konsep RAHMATAN LIL ALAMIN.

MENGENANG PERMAINAN ANAK-ANAK TEMPO DULU

1 Nov 2001 - 11:52 pm

Kehidupan anak-anak di masa lalu jauh berbeda dengan anak-anak masa kini, terutama dalam hal permainan. Anak-anak tempo dulu kerap bermain dengan alam dan kehidupannya. Sedangkan anak-anak masa kini sudah dihadapkan pada berbagai permainan yang berbau elektronik dan barang-barang jadi yang siap dibeli di toko-toko mainan maupun Super Market atau Mall.

Anak-anak tempo dulu, permainannya kerap kali dihadapkan pada alam dan lingkungan sekitarnya. Permainan di malam hari tidak sama dengan permainan di pagi hari, siang hari, maupun sore hari. Selain itu juga cuaca maupun musim amat menentukan cirri khas dari permainan anak-anak tempo dulu. Sedangkan anak-anak zaman sekarang tidak lagi terpaut pada waktu, tempat maupun musim. Kapan saja dimana saja mereka bisa bermain dengan leluasa.