Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci terbit (21)

AJIP ROSIDI : "SOSOK ORANG SUNDA MODEREN?"Oleh : Ganjar Kurnia (Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran)

14 Dec 2004 - 10:38 pm

Sebagai orang yang tidak pernah berinteraksi secara mendalam dengan Kang Ajip Rosidi (KAR), maka ketika diminta untuk memberi pandangan terhadap KAR, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membaca buku-bukunya. Karena tinjauannya lebih kepada pemahaman terhadap sosok pribadi (bukan telaah karya sastra), maka pilihan jatuh kepada buku-buku karya KAR yang menurut KAR sendiri "jiga otobiografi atawa memoar" atau "panineungan". Adapun buku-buku yang dianggap "jiga otobiografi atawa memoar" dan "panineungan" tersebut adalah : Hurip Waras (1988), Beber Layar (Cetakan ke 1 tahun 1964), Pancakaki (1993), Trang-trang Kolentrang (1999), Ucang-Ucang Angge (2000).

Drs. SETIA PERMANA, MSi"Konci Hirup, Salawasna Kudu Daria dina Nyanghareupan Rupa-rupa Pasualan"

4 Nov 2004 - 7:44 am

Walaupun sudah cukup lama bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan dengan tokoh yang kami tampilkan kali ini, SundaNet.Com baru memiliki kesempatan untuk menampilkan profilnya. Hal ini mungkin karena sifatnya yang "handap asor" serta low profile yang menjadikan dirinya agak enggan untuk ditampilkan di rubrik ini. Pada kesempatan pertama di penghujung tahun 2003, saat SundaNet.Com melaksanakan kegiatan di 8 Kota/Kabupaten dalam rangka Sosialisasi Tata Ruang dan Permukiman Jawa Barat bersama Dinas terkait melalui Pagelaran Tembang Sunda Nurhidayahan dan Dialog terbuka bersama tokoh-tokoh masyarakat, tokoh kita ini menjadi moderator untuk kegiatan diskusi tersebut. Kemudian saat Dialog Terbuka tentang Lingkungan Permukiman Sehat,, di Kota Depok, Bekasi dan Cirebon,barulah SundaNet.Com berkesempatan bisa menggali informasi seputar dirinya dan menampilkan profilnya di situs ini.

PERAN SANGKURIANG DAN DANGHYANG SUMBI DALAM LEGENDA GUNUNG TANGKUBANPARAHUSuatu kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya

3 May 2004 - 11:49 pm

Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkubanparahu sangat dikenal di Tatar Sunda, disebut pula sebagai sasakala terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Adapun tokoh Danghyang Sumbi yang seharusnya menjadi esensi maknawi dalam mitos ini sering tersisihkan oleh peran Sangkuriang - puteranya. Wacana yang tersaji kali ini adalah upaya untuk mengarifi nilai-nilai mitos yang terkandung dalam legenda gunung Tangkubanparahu, sehingga mempunyai nilai tambah bagi pemaknaan kita terhadap wawasan budaya lokal.

GEMBYUNGKesenian dari Kabupaten Cirebon

9 Feb 2004 - 12:32 am

Salah satu peninggalan budaya Islam di Cirebon adalah Seni Gembyung. Seni ini merupakan pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Konon kesenian terbang itu salahsatu jenis kesenian yang dipakai sebagai media penyebaran Agama Islam di daerah Cirebon dan sekitarnya. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah. Entah siapa yang punya ide untuk mengembangkan seni terbang ini dan kapan. Yang jelas kesenian Gembyung muncul di daerah Cirebon setelah kesenian terbang hidup cukup lama di daerah tersebut.

KUJANGSenjata Khas Urang Sunda

17 Jan 2004 - 6:20 am

"...Ganjaran nu belapati, satria santosa iman, Raden teu burung dileler, jimat kujang nu utama, pikeun neruskeun lampah, pangjurung ngapung ka manggung, pamuka lawang ka Sunan. Cangkingan lalaki langit, wangkingan lalanang jagat, wewesen leber wawanen, saratna sapira kujang nanging jadi lantaran, Sunan Ambu mikayungyun, para jawara ngaraksa. Kujang the dipake ciri, pusaka Tanah Pasundan, ciciren gede wewesen, pantang lumpat ngandar jangjang, ngeok eleh ku bikang, saur galur nu cacatur, kujang dua pangadekna..."