Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci impun (7)

Sarsilah Ngaran Patempatan Di Tatar SundaÉséy Dédé Kosasih

17 Aug 2005 - 10:22 am

Oléh-oléh Priangan dilingkung gunung
Majalaya, Soréang, Banjaran Bandung...


Sempalan lagu "Borondong Garing" di luhur téh ngandung déskripsi sawatara ngaran tempat nu aya di Tatar Sunda. Demi nataan ngaran-ngaran tempat téh ilaharna sok disebut toponimi. Nurutkeun kajian folklore, toponimi téh bagian tina élmu onomastika (onomastics), anu ulikanana ngawengku di antarana baé: méré ngaran jalan, ngaran atawa jujuluk jalma, ngaran kadaharan, ngaran bubuahan kaasup asal-usul (legénda) ngaran hiji tempat dumasar kana 'sajarah' ngajanggélékna.

AJIP ROSIDI : "SOSOK ORANG SUNDA MODEREN?"Oleh : Ganjar Kurnia (Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran)

14 Dec 2004 - 10:38 pm

Sebagai orang yang tidak pernah berinteraksi secara mendalam dengan Kang Ajip Rosidi (KAR), maka ketika diminta untuk memberi pandangan terhadap KAR, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membaca buku-bukunya. Karena tinjauannya lebih kepada pemahaman terhadap sosok pribadi (bukan telaah karya sastra), maka pilihan jatuh kepada buku-buku karya KAR yang menurut KAR sendiri "jiga otobiografi atawa memoar" atau "panineungan". Adapun buku-buku yang dianggap "jiga otobiografi atawa memoar" dan "panineungan" tersebut adalah : Hurip Waras (1988), Beber Layar (Cetakan ke 1 tahun 1964), Pancakaki (1993), Trang-trang Kolentrang (1999), Ucang-Ucang Angge (2000).

TATA BUSANA DODOT SUNDA & DODOT POLENG RELIGIUSOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga

11 Mar 2002 - 3:51 am

Tata busana Mojang Sunda sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keindahan, keluwesan, mode serta asesoriesnya selalu menjadi acuan tata busana wanita Nasional. Demikian pula tata busana Pengantinnya, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang pesat, sehingga Bandung sering disebut sebagai pusat mode bagi Nusantara.

Tetapi tata busana untuk kaum Pria Sunda tidak sepesat perkembangan tata busana mojangnya. Padahal tidak sedikit kaum pria Urang Sunda yang pada waktu-waktu tertentu, seperti halnya dalam resepsi pernikahan, sangat berkeinginan untuk mempunyai tata busana pria yang khas Sunda. Pada beberapa kesempatan penulis telah mencoba memodifikasi tata busana Dodot Kasundaan, hasilnya antara lain berupa tata busan pria/dodot Jajaka yang digunakan sebagai tata busana wajib pada pemilihan Jajaka dan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat (1993).

JALAN-JALAN KE BEBERAPA MUSEUM DI JAWA BARAT

13 Nov 2001 - 9:45 pm

Mau melihat barang-barang peninggalan jaman dulu baik berupa tengkorak manusia purba, binatang purba dan batu-batuan yang berumur ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu silakan kunjungi Museum Geologi.

Selain Museum Geologi ada juga beberapa museum lainnya seperti Museum Negeri Sri Baduga, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos dan Giro serta Museum Geusan Ulun. Museum tersebut jangan sampai terlewat untuk dikunjungi baik yang ada di Kota Bandung maupun Sumedang.

DAYA MAHASISWA SUNDA (DAMAS)

31 Aug 2001 - 12:00 am

Mahasiswa daerah dituntut untuk tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan tetapi juga harus pandai memposisikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu caranya adalah melalui aktifitas dalam organisasi yang berwandakan kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Dalam hal ini mahasiswa harus tampil dalam barisan terdepan.