Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci sajak (8)
- Prof. H. Ajip RosidiPengarang Sunda yang Produktif dan Inovatif
9 Oct 2001 - 4:20 am
Salah seorang Inohong Sunda yang tampil kali ini di SundaNet.Com adalah Prof. H. Ajip Rosidi. Beliau dilahirkan di Jatiwangi pada tanggal 31 Januari 1938. Saat ini Ajip Rosidi adalah salah seorang Guru Besar di Osaka Gaikokugo Daigaku atau Universitas Bahasa Asing Osaka.
Secara formal Ajip Rosidi tidak tamat Sekolah Menengah Umum (SMU). Walaupun demikian hasil karyanya melebihi tingkat sarjana. Kepandaian Ajip semakin terasah karena pada tahun 1953 sampai 1955 dipercaya mengomandani media Suluh Pelajar. Kemudian pada tahun 1965 sampai 1967 Ajip memegang Majalah Sunda, selain itu juga pernah memimpin Budaya Jaya dari tahun 1968-1979. Tulisan-tulisannya terasa tajam dan berisi. Apalagi sewaktu menerbitkan Majalah Sunda, nama Ajip sangat populer dan cukup diperhitungkan.- Drs. Saini Karna MisastraHade Ku Omong Goreng Ku Omong
25 Aug 2001 - 12:00 am
Drs. Saini Karna Misastra dilahirkan di Sumedang pada tanggal 16 Juni tahun 1938. Beliau adalah putera dari pasangan Bapak Mohammad Said dan Ibu Aniah. Namanya sebagai seorang Budayawan Sunda lebih popular dengan sebutan Saini KM.
Garis keturunan dari pihak ibunya Saini KM berasal dari daerah Cirebon. Profesi dan jabatan yang diembannya cukup bervariasi dimulai sebagai penyair, penulis cerita pendek, lakon dan cerita silat dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Sunda. Beliau juga dosen di Akademi Seni Tari Indonesia, saat ini disebut Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dan membidani Jurusan Seni Teater.- RONGGENG, DI ATAS DAN DI BELAKANG PANGGUNGTelaah Heurmanetika Filosofis dalam Kajian Folklorik Sunda
22 Aug 2001 - 12:00 am
Ronggeng di atas panggung yang kasat mata, ialah suatu seni pertunjukan yang lebih bersifat hiburan. Untuk keperluan ini, seperti penampakan seni Ronggeng sekarang inilah, berkonotasi sangat fisikal indrawi.
Peran Ronggeng di belakang panggung (kajian Esoteris) ternyata begitu bermakna. Melambangkan cobaan hidup baik lahir maupun batin bagi manusia. Bukankah kualitas itu hanya bisa dicapai bila telah diuji lebih dahulu?




















