Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci arsip (4)
- AJIP ROSIDI : "SOSOK ORANG SUNDA MODEREN?"Oleh : Ganjar Kurnia (Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran)
14 Dec 2004 - 10:38 pm
Sebagai orang yang tidak pernah berinteraksi secara mendalam dengan Kang Ajip Rosidi (KAR), maka ketika diminta untuk memberi pandangan terhadap KAR, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah membaca buku-bukunya. Karena tinjauannya lebih kepada pemahaman terhadap sosok pribadi (bukan telaah karya sastra), maka pilihan jatuh kepada buku-buku karya KAR yang menurut KAR sendiri "jiga otobiografi atawa memoar" atau "panineungan". Adapun buku-buku yang dianggap "jiga otobiografi atawa memoar" dan "panineungan" tersebut adalah : Hurip Waras (1988), Beber Layar (Cetakan ke 1 tahun 1964), Pancakaki (1993), Trang-trang Kolentrang (1999), Ucang-Ucang Angge (2000).
- KABUYUTAN UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGANOleh: Oman Abdurahman dan Yustiaji
17 Nov 2003 - 12:34 am
Catatan atau peninggalan sejarah Sunda tertua yang memuat istilah kabuyutan sejauh ini adalah sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti Cibadak. Prasasti ini merupakan peninggalan Sri Jaya Bupati, seorang raja Sunda, yang dibuat antara 1006-1016 M, Prabu Sri Jaya Bhupati memerintah bersamaan saat di Kediri, Jawa Timur, memerintah Raja Airlangga. Dalam prasasti tersebut, Sri Jayabupati telah menetapkan sebagian dari Sungai Sanghyang tapak (saat itu), sebagai kabuyutan, yaitu tempat yang memiliki pantangan (larangan) untuk ditaati oleh segenap rakyatnya.
- JALAN-JALAN KE BEBERAPA MUSEUM DI JAWA BARAT
13 Nov 2001 - 9:45 pm
Mau melihat barang-barang peninggalan jaman dulu baik berupa tengkorak manusia purba, binatang purba dan batu-batuan yang berumur ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu silakan kunjungi Museum Geologi.
Selain Museum Geologi ada juga beberapa museum lainnya seperti Museum Negeri Sri Baduga, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos dan Giro serta Museum Geusan Ulun. Museum tersebut jangan sampai terlewat untuk dikunjungi baik yang ada di Kota Bandung maupun Sumedang.- BABAD TANAH PASUNDAN
19 Oct 2001 - 4:50 am
Berbeda dengan babad-babad lain yang lebih banyak menggunakan alam pikiran magis legendaris. Babad Pasundan ini lebih cenderung menggunakan alam pikiran logis serta cara penyusunan yang sistematis dan kontemporer seperti buku jaman sekarang (misalnya: pada pembagian bab dengan anak judul masing-masing). Bahan penyusunannya diambil dari sumber tradisi dan dokumen-dokumen atau arsip Belanda.




















