Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci didapat (9)
- PERAN SANGKURIANG DAN DANGHYANG SUMBI DALAM LEGENDA GUNUNG TANGKUBANPARAHUSuatu kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya
3 May 2004 - 11:49 pm
Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkubanparahu sangat dikenal di Tatar Sunda, disebut pula sebagai sasakala terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Adapun tokoh Danghyang Sumbi yang seharusnya menjadi esensi maknawi dalam mitos ini sering tersisihkan oleh peran Sangkuriang - puteranya. Wacana yang tersaji kali ini adalah upaya untuk mengarifi nilai-nilai mitos yang terkandung dalam legenda gunung Tangkubanparahu, sehingga mempunyai nilai tambah bagi pemaknaan kita terhadap wawasan budaya lokal.
- MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 2)H.R. Hidayat Suryalaga
13 Oct 2003 - 2:10 am
Bahan yang digunakan untuk alat bertenun, terutama yang berasal dari flora/kayu, diuraikan secara rinci. Ini memberi ilustrasi bahwa masyarakat Sunda lama sangat akrab dengan kualitas bermacam flora/kayu, tentu saja dapat dikaitkan pula dengan penanda nilai filosofinya.
Beberapa nama flora yang biasa disebut a.l: Jati Pangrango, Ki Merak, Manglid, Ki Maung, Ki Putri, Jeungjing, Tangkolo Hejo, Ruyung Sagara, Hantap Heulang, Tamiang Sono, Ki Julang Nunggal, Bungbulang Peucang, Ki Julang Anom, Kai Tanggulun, Kai Tanggilin, Awi Tali Nunggal, Awi Bitung, Tanjung, Katapang.
Demikian pula penggunaan nama-nama tokoh (Wayang, Babad, Sejarah, nama fiktif folklorik, toponimi), mengandung makna filosofis tertentu. Semoga suatu saat ada perbincangan yang tentu akan sangat menarik untuk disimak dari para ahli tentang makna simbolisasi yang terkandung di dalamnya.- H. RAHMATULLAH ADING AFFANDIE (RAF)"Nanjeurkeun Seni Islami jeung Budaya Sunda"
10 Feb 2003 - 12:45 am
Bagi yang memiliki hobi mengarang tetapi sulit mendapatkan ide, kelihatannya harus belajar dulu pada RAF. Tentang hal ini banyak yang sepakat, bahkan meyakini bahwa RAF memiliki "Jimat" khusus untuk mendatangkan ide. Bagaimanapun sulitnya ide, melalui dirinya ide tersebut akan didapatkan.
Walaupun usianya sudah lebih dari 73 tahun, juga akhir-akhir ini sering menderita sakit, daya imajinasinya masih lincah. "Pangarang profesional kudu bisa nulis iraha wae. Teu kudu ngadagoan "mood" mun rek nulis teh. Teu beda jeung wartawan, nulis teh lain lantaran keur daek, tapi hiji kawajiban," paparnya penuh semangat.- WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
24 Dec 2002 - 11:12 pm
Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.
Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".- WADITRA TRADISIONAL CELEMPUNG
17 Sep 2001 - 9:00 am
Waditra tradisional ini dibuat dari ruas bambu dengan sembilunya sebagai senar. Kegunaan waditra ini adalah sebagai pengatur irama lagu dalam orkestrasi yang dinamakan Celempungan.





















