Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dikembangkan (9)

GENRE DAN GAYA TARI SUNDAOleh: Nana Munajat

29 Jan 2002 - 10:49 pm

Dalam dunia Tari Sunda di Jawa Barat dikenal adanya beberapa genre atau jenis penyajian tari dan gaya atau sifat pembawaan tari. Masing-masing wilayah memiliki genre dan gaya tersendiri. Kedua sisi ini menjadikan tari memiliki bentuk dan warna yang khas. Genre tari sering pula disebut jenis atau rumpun. Genre tari ini terlahir oleh karya dan karsa masyarakat atau individu yang kemudian menyebar di masyarakat. Secara umum tari Sunda atau tari Jawa Barat terbagi dalam beberapa genre antara lain genre tari rakyat, tari wayang, tari keurseus, tari topeng, tari Tjetje Somantri, tari wanda anyar dan ibing penca.

SEJARAH CIANJUR

17 Oct 2001 - 9:36 am

Pada masa-masa terakhir kekuasaan Mataram, di Wilayah Priangan Barat lahir sebuah Wilayah Politik baru yang bernama Padaleman Cianjur dengan pusat pemerintahan di Cikundul. Sepeningal Dalem Pertama Aria Wira Tanu atau pada masa pemerintahan Aria Wira Tanu II, Cianjur menjadi sebuah Kabupaten. Hal ini ditandai dengan adanya pengakuan VOC terhadap keberadaan Aria Wira Tanu II sebagai Regent (Bupati) Cianjur pada tahun 1691. Aria Wira Tanu II menjadi Bupati Cianjur sampai tahun 1707. Aria Wiratanu II juga dapat dikatakan sebagai Bupati Cianjur pertama yang mendapat pengakuan VOC.

SEJARAH CIREBON

8 Sep 2001 - 11:43 pm

Kisah asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.

Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.

KEBIJAKSANAAN TATA RUANG

23 Aug 2001 - 12:00 am

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang No.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, maka dalam merencanakan, memanfaatkan dan mengendalikan tata ruang harus mempertimbangkan pula data pertanahan serta ketentuan pertanahan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku berupa data dan informasi mengenai potensi wilayah, kemampuan tanah, persediaan, peruntukan, penggunaan dan pemeliharaan tanah dalam rangka menyusun rencana tata ruang.