Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci ditanya (9)
- Poyok UngkalÉséy Dédé Kosasih
17 Aug 2005 - 10:19 am
Ungkal téh lembur di wewengkon Conggéang, Sumedang. Mun Maronggé sohor ku pélétna. Ungkal mah kaceluk ku poyokna. Kapan aya nu disebut poyok Ungkal. Paribasa, tukang cegékan urang Ungkal mah.
Naha bener kitu éta téh? Sigana, puyak-poyok mah saréréa gé osok. Naha urang Ungkal naha urang Tagogapu, sahanteuna kungsi moyok. Ngan, poyokna kawas kumaha?
Rada nenggang ti nu séjén. Urang Ungkal miboga tradisi anu mandiri tumali jeung carana ngedalkeun pamoyokna kalawan simbolis. Ari eusi pamoyokna biasana tara leupas tina kekecapan anu lega rambat kamaléna. Ana pok moyok, bet teu jiga-jiga.- Drs. SETIA PERMANA, MSi"Konci Hirup, Salawasna Kudu Daria dina Nyanghareupan Rupa-rupa Pasualan"
4 Nov 2004 - 7:44 am
Walaupun sudah cukup lama bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan dengan tokoh yang kami tampilkan kali ini, SundaNet.Com baru memiliki kesempatan untuk menampilkan profilnya. Hal ini mungkin karena sifatnya yang "handap asor" serta low profile yang menjadikan dirinya agak enggan untuk ditampilkan di rubrik ini. Pada kesempatan pertama di penghujung tahun 2003, saat SundaNet.Com melaksanakan kegiatan di 8 Kota/Kabupaten dalam rangka Sosialisasi Tata Ruang dan Permukiman Jawa Barat bersama Dinas terkait melalui Pagelaran Tembang Sunda Nurhidayahan dan Dialog terbuka bersama tokoh-tokoh masyarakat, tokoh kita ini menjadi moderator untuk kegiatan diskusi tersebut. Kemudian saat Dialog Terbuka tentang Lingkungan Permukiman Sehat,, di Kota Depok, Bekasi dan Cirebon,barulah SundaNet.Com berkesempatan bisa menggali informasi seputar dirinya dan menampilkan profilnya di situs ini.
- Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang
25 Jul 2004 - 9:51 pm
Hasil Lokakarya Aksara Sunda yang dilaksanakan atas prakarsa Pemda TK I Prop. Jabar dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, tanggal 21 Oktober 1997, adalah peristiwa budaya yang sangat besar dan mendasar "bagi" peradaban Sunda. Bangsa yang mempunyai sistem ortografis sendiri, berkemungkinan untuk menjadi bangsa yang "besar".
- WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
24 Dec 2002 - 11:12 pm
Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.
Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".- AOM KUSMAN KARTANAGARA, SHDalam Hidup, Bukan Start yang harus Bagus, tapi Finishlah yang harus Bagus
28 Aug 2002 - 3:02 am
Profil tokoh yang kami tampilkan kali ini adalah Aom Kusman Kartanagara,SH., seorang Pembawa Acara, Pelawak sekaligus Pemain Film, yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kang Aom atau Kang Kusman, demikian kami memanggilnya, dilahirkan di Kota Sukabumi, tanggal 24 Juni 1946, buah perkawinan dari ayahanda RMN Kartanagara yang saat itu menjabat Patih Sukabumi, dengan ibu Gurnita Yuyu yang berasal dari Sumedang.




















