Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci ening (67)

Mengenal CalungOleh: Aep Syaefulloh, BA

22 Aug 2001 - 4:24 am

Jika ditinjau dari hasil karya seni, kata "calung" memiliki dua arti, yaitu sebagai alat karawitan (waditra) dan sebagai Seni Pertunjukan.

Pengertian Calung, sesuai dengan apa yang dikemukakan dalam Kamus Umum Basa Sunda, terbitan Lembaga Basa dan Sastra Sunda, artinya "tatabeuhan tina awi guluntungan, aya nu siga gambang, aya nu ditiir sarta ditakolannana bari dijingjing".

Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat

22 Aug 2001 - 4:08 am

Berdasarkan alirannya, beladiri Pencak Silat yang ada di Jawa Barat dibagi berdasarkan beberapa aliran. Diantaranya Cimande, Cikalong, Syahbandar dan beberapa aliran lainnya lagi.

Pencak Silat Cimande untuk pertamakalinya disebarkan oleh Sakir penduduk Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Sakir adalah salah seorang tokoh Pencak Silat, serta ilmu kebatinan Sakir dikenal “luhung elmu”nya. Karenanya, Sakir sangat disegani masyarakat. Penduduk setempat menganggap Sakir sebagai orang tua mereka sendiri.

LALAB DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA

22 Aug 2001 - 12:00 am

Dalam budaya dan kehidupan masyarakat Sunda, lalab sudah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan sejak dahulu. Kalau dahulu lalab memiliki arti tersendiri dalam kehidupan tradisi di pedesaan, sekarang sudah merupakan bagian dari lingkungan kehidupan modern masyarakat kota.

Drs. Djaelani Hidayat, Ak.Perekonomian Bisa Hidup Kalau Ada Wisatawan

22 Aug 2001 - 12:00 am

Inohong Sunda yang muncul kali adalah Drs. Djaelani Hidayat, Ak. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya pada masa awal pemerintahan Presiden K.H. Abdurahman Wahid.

Drs. Djaelani Hidayat, Ak. Merupakan sosok pribadi yang telah lama mengabdi di PT. Pos Indonesia, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Keuangan. Saat ini beliau dipercaya memegang amanah sebagai salah seorang Komisaris di BUMN tersebut.

Drs. H. Eka SantosaMasyarakat Sunda Memiliki Filosofis dan Nilai Budaya Luhur

22 Aug 2001 - 12:00 am

Masyarakat Sunda yang dikenal ramah, kreatif dan religius memiliki filosofis serta nilai-nilai budaya yang luhur.
Hal ini tercermin dalam kontribusi yang diberikan untuk memperkokoh eksistensi dan dinamika pembangunan pemerintahan maupun kemasyarakatan di Jawa Barat.

Untuk menyiasati berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Jawa Barat, kita senantiasa berupaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai "silih asih, silih asah, silih asuh" dengan pola pemecahan masalah "caina herang laukna beunang".