Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci figur (3)

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".

NANO S.Lamun jadi Seniman Ulah Hees ku Hese, Kudu Lain jeung nu Lian, jeung Kade Poho Layu sabab Payu

24 Sep 2002 - 12:37 am

Setelah cukup sering menerima permintaan dari rekan-rekan netter agar SundaNet.Com menampilkan figur pencipta lagu-lagu Sunda terkemuka, Guru Karawitan, Penyair serta Penulis Cerita Pendek berbahasa Sunda yang sangat kita kenal ini, sesudah mewawancarai beliau di kediamannya, Sundanet mencoba menampilkan profil tersebut yaitu Kang Nano S.

Tokoh yang mengaku "pituin" orang Garut, walaupun diujung namanya berakhiran "o", putera ke 6 dari 8 bersaudara buah perkawinan dari Bapak Iyan Suwarmo (alm), serta Ibu Nonoh Samanah ini "mengaku" dilahirkan pada tanggal 4 April 1944. Masa pendidikan dijalaninya di SR (Sekolah Rakyat) Sukarasa Gegerkalong Bandung, lulus tahun 1958, SMP PARKI II dan dilanjutkan ke Konservatori Karawitan (KOKAR) Bandung yang kala itu dipimpin oleh Pak Daeng Sutigna. Setelah lulus, Nano muda "dibenum" sebagai guru di SMPN I Bandung, merangkap mengajar di SMPN XV dan KOKAR. Dorongan yang kuat untuk melanjutkan studi menuntunnya melanjutkan ke ASTI pada tahun "70-an" dan berhasil menyelesaikan Sarjana Karawitannya di tahun 1979.

K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)Sosok Kyai-nya Kawula Muda

22 Aug 2001 - 12:00 am

Sosok Kyai yang satu ini memang lain, dia berani tampil beda antara menjalankan Syiar Islam dan kesehariannya. Tidak percaya? Lihat photo Aa Gym (begitu panggilan akrab) Kyai-nya kawula muda yang tampil di layar ini.

Pria kelahiran 29 Januari 1962 ini lebih enak dipanggil Aa (kakak), daripada sebutan Kyai.
"Saya ingin akrab dengan semua lapisan masyarakat, kalau dipanggil Kyai sepertinya ada jarak," ujar anak yang besar di lingkungan tentara dan pernah memimpin Resimen Mahasiswa di Universitas Ahmad Yani (Unjani) Cimahi ini.