Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci galuh (15)
- JALAN-JALAN KE BEBERAPA MUSEUM DI JAWA BARAT
13 Nov 2001 - 9:45 pm
Mau melihat barang-barang peninggalan jaman dulu baik berupa tengkorak manusia purba, binatang purba dan batu-batuan yang berumur ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu silakan kunjungi Museum Geologi.
Selain Museum Geologi ada juga beberapa museum lainnya seperti Museum Negeri Sri Baduga, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos dan Giro serta Museum Geusan Ulun. Museum tersebut jangan sampai terlewat untuk dikunjungi baik yang ada di Kota Bandung maupun Sumedang.- SEJARAH PURWAKARTA
12 Oct 2001 - 10:24 pm
Keberadaan Purwakarta tidak terlepas dari sejarah perjuangan melawan pasukan VOC. Sekitar awal abad ke-17 Sultan Mataram mengirimkan pasukan tentara yang dipimpin oleh Bupati Surabaya ke Jawa Barat. Salah satu tujuannya adalah untuk menundukkan Sultan Banten. Tetapi dalam perjalanannya bentrok dengan pasukan VOC sehingga terpaksa mengundurkan diri.
- WANGSIT TI BATU TULIS BOGORTanggal: 28 Desember 1987. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.
25 Sep 2001 - 5:16 am
Ieu cutatan sabagian wangsit ti Batu Tulis Bogor:
Pek hanjat ti Cimawati, mawat diri kana pakemitan. Jog ka lebak Tenjolaya nenjo kadaton nu kari tapakna sabab harita oge geus kari ngaran Pajajaran teh. Jol ka Gunung Emas, di dinya melakkeun pangawasaan. Sarta kula kedal lisan: "Kula gelar di Buana Pancatengah tadah parentah Sang Tunggal, nyieun tunggul ciri nagri dayeuhna Pajajaran di Galuh Pakuan”.- SEJARAH CIAMIS
11 Sep 2001 - 4:26 am
Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.
- SEJARAH CIREBON
8 Sep 2001 - 11:43 pm
Kisah asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.
Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.




















