Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci hanyalah (9)

SEJARAH SEBAGAI PENDORONG TERWUJUDNYA PERADABAN BANGSA YANG MADANI DAN MARDOTILLAHOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

9 Apr 2002 - 6:46 am

Beberapa wacana adagium tentang sejarah dan peradaban manusia bahwa: Pada dasarnya manusia itu adalah mahluk berperadaban (Al Insan Madaniyun bit Tab'I - Ibn Khaldun). Untuk menghancurkan suatu bangsa hilangkan saja kebanggaan akan sejarahnya. Menurut Sosiolog Barat, kacida hinana bangsa nu teu bogaeun sajarahna (betapa hinanya bangsa yang tidak mempunyai sejarahnya). Hal ini terungkap dalam Dialog Drama Sanghiyang Tapak - Teater Sunda Kiwari pada Tahun 1987.

SENI BELUKTetap Eksis di Beberapa Daerah di Sumedang

29 Jan 2002 - 11:03 pm

Keberadaan Seni Beluk sebenarnya sudah ada sejak dahulu, yaitu sejak masa penjajahan Belanda. Beluk pada hakekatnya merupakan kesenian tembang buhun (kuno) yang lebih mengutamakan tinggi rendahnya suara. Syair yang dilantunkan adalah jenis Wawacan (Carita Babad) yang dibawakan seperti kita jumpai dalam berbagai pupuh.

KELESTARIAN HUTAN MENURUT ORANG BADUY

23 Aug 2001 - 12:00 am

"Pun Sapun,
Sapun ka Luluhuran, tabe ka handapeunnana
Kami amit mipit pikir, Kula menta jaga raksa
Rek nyacahankeun, anu dicacahankeun
Para Karolot sakabeh, geunna kami ieuh
Neda ditangtayung dipayung, neda dipanjang hampura
Ku para Karolot sakabeh
Pun Sapun!"

ASEP SUNANDAR SUNARYAKi Dalang Kontemporer Bergelar Profesor dari Masyarakat Akademis Perancis

22 Aug 2001 - 12:00 am

Jenis kesenian wayang golek memiliki fenomena tersendiri di dalam dunia kesenian. Keberadaannya masih terus dipertahankan agar tetap hidup sebagai salah satu khazanah Budaya Sunda, meskipun pementasannya dewasa ini sudah sangat langka dan terbatas pada tempat serta kesempatan tertentu saja.

Bila mendengar nama Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya, maka kita akan langsung dapat mengingat Kesenian Wayang Golek yang merupakan salah satu warisan paling berharga untuk dilestarikan. Nilai-nilai luhung Seni dan Budaya Sunda.
Wayang Golek versi Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya cenderung bergaya kontemporer.