Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci melak (54)
- Ir. RGS Soeria Danoe NingratDalam Bekerja Harus Loyal Pada Institusi Bukan Kepada Orang
17 Oct 2001 - 7:24 am
Di kalangan aktifis dan pelaku bisnis bidang Pertanian dan Perkebunan Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat bukanlah nama yang asing. Beliau adalah salah seorang Putera Sunda yang tekun, loyal dan mempunyai prinsip yang kuat serta selalu menjaga amanah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sehingga tidaklah mengherankan apabila beberapa perusahaan yang dipimpinnya selalu menghasilkan nilai tambah khususnya di bidang perkebunan teh.
Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat atau yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Goembira ini, dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 17 Januari 1936. Ayahnya RAAM Soeria Danoe Ningrat teureuh Sumedanglarang, Sukapura dan Ciamis, pernah menjabat Bupati Sukabumi periode 1933-1942 dan diangkat kembali pada tahun 1947-1951. Sedangkan ibunya berasal dari Pangalengan, Kabupaten Bandung.- PANDANGAN HIDUP RELIGIUS URANG SUNDA TERHADAP KEBERADAANNYA DI DUNIA INIOleh: Drs. H. Hidayat Suryalaga
3 Oct 2001 - 5:12 am
Berkisah tentang pandangan hidup Urang Sunda, maka akan berawal dari kosmologinya dimana Urang Sunda mengartikan hidup dan kehidupannya di alam dunia ini. Ada beberapa Naskah Kuno Sunda, antara lain Sanghiyang Siksa Kanda’ng Karesian (SSKK-1518 M), Sewaka Darma (abad ke 17 M), Naskah Ciburuy (abad 17 M), dan folkorik lainnya seperti makna kandungan Prasasti Kawali 7 dan 8 (Abad 13-14 M) serta aspek Budaya Sunda yang bisa dijadikan rujukan.
Bagaimana Pandangan Hidup Urang Sunda dalam menentukan VISI dan MISI keberadaannya di jagat raya ini. Berikut ini adalah bagan/skema paradigmanya. Hal ini diharapkan akan memudahkan alur pikir Urang Sunda dalam menyiasati keberadaannya. Alur VISI dan MISI Hidup Urang Sunda ini disebut dengan istilah RAWAYAN JATI.- WANGSIT TI BATU TULIS BOGORTanggal: 28 Desember 1987. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.
25 Sep 2001 - 5:16 am
Ieu cutatan sabagian wangsit ti Batu Tulis Bogor:
Pek hanjat ti Cimawati, mawat diri kana pakemitan. Jog ka lebak Tenjolaya nenjo kadaton nu kari tapakna sabab harita oge geus kari ngaran Pajajaran teh. Jol ka Gunung Emas, di dinya melakkeun pangawasaan. Sarta kula kedal lisan: "Kula gelar di Buana Pancatengah tadah parentah Sang Tunggal, nyieun tunggul ciri nagri dayeuhna Pajajaran di Galuh Pakuan”.- SEJARAH CIAMIS
11 Sep 2001 - 4:26 am
Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.
- EROTISKAH TARI KETUK TILU?
6 Sep 2001 - 12:00 am
Kaitan dari Tari Ketuk Tilu yang dilakukan penari, ronggeng atau doger adalah gerakannya yang erotis, yakni gerakan berupa goyang pinggul, geol dan giteknya yang merangsang. Sekelumit erotisme, enjoyment serta partisipasi Tari Ketuk Tilu memiliki latar belakang sebuah budaya untuk upacara sakral.
Pada mulanya Tari Ketuk Tilu adalah tari bagi upacara penghargaan kepada dewi yang dianggap melindungi tanaman padi, yakni Dewi Sri. Tari ini dilakukan oleh dua jenis penari yang terdiri dari wanita dan pria secara berpasangan yang mengandung arti kesuburan. Nama Ketuk Tilu itu diambil dari waditra pengiringnya (alat musik) yang terdiri dari alat musik yang disebut ketuk berupa gendang kecil.




















