Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci nampi (31)
- Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang
25 Jul 2004 - 9:21 pm
Hasil Lokakarya Aksara Sunda yang dilaksanakan atas prakarsa Pemda TK I Prop. Jabar dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, tanggal 21 Oktober 1997, adalah peristiwa budaya yang sangat besar dan mendasar "bagi" peradaban Sunda. Bangsa yang mempunyai sistem ortografis sendiri, berkemungkinan untuk menjadi bangsa yang "besar".
- NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS I (bagian 8)Al Baqarah (Surat Kadua) - ayat 127 d/k 141 (tamat)
19 Apr 2004 - 1:41 am
71. KUDU SABAR (:2/127) - rhs, 4 Syawal 1421 H
- Upama gaduh kahayang, ulah osok rurusuhan,
kudu bari sabar diri, kudu tartib ati-ati. - Contona ngadegkeun Ka'bah, ku Ibrahim di baladah,
ngentepkeun batu teh nungtut, ku leukeun mah nya ngawujud. - Mun keur migawe garapan, kudu sabar dileukeunan,
bari muntang ka Ilahi, gawe teh jadi pangbakti.
- Upama gaduh kahayang, ulah osok rurusuhan,
- BLANTEKSeni Pertunjukan Tradisional Jawa Barat dari daerah Bogor
8 Mar 2004 - 12:39 pm
Di daerah Bogor terdapat beberapa kesenian teater rakyat. Salah satu diantaranya seni Blantek. Seni Blantek yang berada di daerah Bogor ini termasuk rumpun seni tipeuh, oleh karena itu disebut juga topeng Blantek.
Istilah Blantek dalam kesenian ini adalah campur aduk, tidak karuan, tidak semestinya atau masih dalam tahap belajar. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa Blantek itu akronim dari Blan dan Tek.- SAUNG ANGKLUNG UDJO
28 Jan 2004 - 9:39 pm
Tahun 1967 untuk pertama kalinya rombongan turis dari Belanda berkunjung ke Saung Angklung Udjo. Sebuah tempat di desa Padasuka, dikelilingi hamparan sawah dan kerimbunan rumpun bamboo, dimana anak-anak kecil bergembira dengan aneka permainan desa, belajar berbagai kesenian daerah dibawah bimbingan Udjo Ngalagena. Inilah Saung Angklung Udjo, tempat angklung dibuat, dipelajari, dimainkan, dan dipertunjukan dengan penuh keceriaan. Tempat yang telah dikunjungi wisatawan dari seluruh belahan dunia.
- FESTIVAL STI 200335 Tahun Studio Tari INDRA
4 Apr 2003 - 3:03 am
35 tahun merupakan usia yang cukup panjang bagi sebuah studio tari di tanah air tercinta ini. Di Bandung, 35 tahun yang lalu, Studio Tari INDRA berdiri; cita-cita dan harapan serta idealisasinya muncul dari seorang wanita yang 'notebene' seorang penari bernama Indrawati. Indrawati mengelola studionya dengan penuh tanggung jawab dan selalu berusaha memandirikan studionya melalui jalur pendidikan luar sekolah, yakni kursus tari, baik dari usia dini/anak, dewasa, remaja. Sudah banyak anak didiknya yang muncul sebagai penari maupun simpatisan tari, sehingga turut pula menunjang kelangsungan hidup dari Studio Tari INDRA. Tari-tari yang dikembangkannya adalah tari-tari Sunda, awalnya tari-tarian karya R. Tjetje Somantri, gurunya, tetapi selanjutnya ia mengembangkan transformasi gaya R. Tjetje menjadi gayanya, gaya Indrawati.




















