Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci nyurup (3)

Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang

25 Jul 2004 - 9:51 pm

Hasil Lokakarya Aksara Sunda yang dilaksanakan atas prakarsa Pemda TK I Prop. Jabar dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, tanggal 21 Oktober 1997, adalah peristiwa budaya yang sangat besar dan mendasar "bagi" peradaban Sunda. Bangsa yang mempunyai sistem ortografis sendiri, berkemungkinan untuk menjadi bangsa yang "besar".

MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 1)H.R. Hidayat Suryalaga

25 Aug 2003 - 2:42 am

Pengertian "Urang Sunda" dalam judul di atas mungkin masih terasa samar. Untuk kesempatan sekarang saya membatasi pengertian "Urang Sunda" adalah yang merasa dirinya Urang Sunda dan "terbiasa" memberi makna terhadap benda-benda atau peristiwa berkebudayaan serta fenomena alam sekitar. Pemaknaan akan hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sengaja dibuat-buat (jijieunan), tetapi bersandar pada kaidah bahwa setiap insan harus mampu MACA UGA DINA WARUGA, dan itu dimaknai sebagai kearifan untuk mengidentifikasikan diri MIKRO dengan diri MAKRO, jagat Sagir dan jagat Kabir. Sebenarnyalah cukup banyak kegiatan berkebudayaan yang diberi makna khusus sehingga bisa dijadikan sarana penelusuran arah pemikiran Urang Sunda dalam perjalanan hidupnya meniti RAWAYAN JATI (Shirath, Perennial, Brahman, Tao, Sangkan Paraning Dumadhi, Al Hikmah al-Muta'aliyah, Jawidan Khirad).

WANGSIT TI PANGERAN PAPAK (R. WANGSA MUHAMMAD)Tanggal: 8 April 1982. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.

25 Sep 2001 - 7:08 am

Ieu mah cutatan tina sabagian eusining Wangsit Pangeran Papak anu jenengan aslina mah R. Wangsa Muhammad, katampi di Cinunuk-Wanaraja–Garut tanggal 8 April 1982 ku R. Hidayat Suryalaga.

Kum, Ahum Wali Yang Agung,
Bis - Mim Waliyul diri,
Lam, Alip dina mamaras,
mangka buka mangka yakin,
da eta jejeran gelar,
tuturkeuneun nu perwinci.