Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci perbu (15)
- SEJARAH CIAMIS
11 Sep 2001 - 4:26 am
Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.
- ADAT ISTIADAT SUNDA
6 Sep 2001 - 12:00 am
Bagi masyarakat yang lahir dan dibesarkan di Tatar Sunda, mungkin masih terngiang dan masih ingat sebuah kata yang berbunyi Pamali.
Kata pamali ini lazim sebuah sebutan untuk mengatakan segala sesuatu yang tabu, dan jangan sekali-kali kita menanyakan mengapa bila disebut pamali.- Saba Desa
29 Aug 2001 - 12:00 am
Tatar Sunda yang nota bene adalah Propinsi Jawa Barat sangat kaya dengan keanekaragaman adat dan budaya, termasuk di dalamnya perkampungan adat yang mempunyai keunikan serta ciri khas di dalam budaya dan adat istiadatnya. Perkampungan adat ini tersebar di Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Berikut sekilas penjelajahan kita tentang kampung adat yang ada di tatar Sunda, lewat perjalanan saba desa.
- KELESTARIAN HUTAN MENURUT ORANG BADUY
23 Aug 2001 - 12:00 am
"Pun Sapun,
Sapun ka Luluhuran, tabe ka handapeunnana
Kami amit mipit pikir, Kula menta jaga raksa
Rek nyacahankeun, anu dicacahankeun
Para Karolot sakabeh, geunna kami ieuh
Neda ditangtayung dipayung, neda dipanjang hampura
Ku para Karolot sakabeh
Pun Sapun!"
- RONGGENG, DI ATAS DAN DI BELAKANG PANGGUNGTelaah Heurmanetika Filosofis dalam Kajian Folklorik Sunda
22 Aug 2001 - 12:00 am
Ronggeng di atas panggung yang kasat mata, ialah suatu seni pertunjukan yang lebih bersifat hiburan. Untuk keperluan ini, seperti penampakan seni Ronggeng sekarang inilah, berkonotasi sangat fisikal indrawi.
Peran Ronggeng di belakang panggung (kajian Esoteris) ternyata begitu bermakna. Melambangkan cobaan hidup baik lahir maupun batin bagi manusia. Bukankah kualitas itu hanya bisa dicapai bila telah diuji lebih dahulu?





















