Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci potensi (15)

PAPAGON HIRUP URANG SUNDA YANG BERSUMBER DARI KEARIFAN BUDAYA CIANJUROleh : H.R. Hidayat Suryalaga

28 Jun 2005 - 2:31 pm

Berkisah tentang wilayah Cianjur, akan membawa kita kembali ke masa-masa awal, ketika kearifan para leluhur Tatar Cianjur sangat mewarnai pandangan hidup dan memberi arah perjalanan peradaban masyarakat Tatar Sunda pada umumnya. Keadaan ini terjadi terutama ketika dayeuh Cianjur ditentukan sebagai Ibu Kota Karesidenan Priangan (tahun 1816 s/d 1864 M)*). Untuk menentukan suatu tempat menjadi ibu kota Karesidenan, tentu setelah diadakan penelitian yang cermat mengenai potensi yang dikandung wilayah tsb. Pontensi itu mungkin saja di berbagai bidang, yang pada masa belum lama berselang disebut kajian berdasarkan ipoleksosbudhankam - religi serta pada masa otonomi daerah seperti sekarang mengacu kepada Visi dan Misi Prov. Jawa Barat tahun 2010 dengan 6 core kebijakan.

SOSIALISASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN SEHATDialog Interaktif dan Pagelaran Seni Tradisional

6 Sep 2004 - 12:16 pm

Jawa Barat telah kehilangan potensi dan kekeyaan sumber daya alam akibat hutan dibabat habis karena kemiskinan atau keserakahan, sungai mati tercemar oleh limbah padat dan cair (persampahan, air limbah domestik dan industri) yang tidak dikelaola dengan baik. Situasi yang tercipta saat ini adalah suatu "kekumuhan", baik dalam bentuk permukiman maupun pemikiran masyarakatnya sendiri. Kondisi ini merupakan cikal bakal timbulnya kesadaran yang rendah serta lemahnya daya, usaha (effort) untuk memperbaiki kondisi lingkungannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 21 Agustus, 28 Agustus dan 24 September 2004 siang, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Jawa Barat bekerjasama dengan SundaNet.Com menyelenggarakan Dialog Interaktif, di Kota Depok, Bekasi dan Cirebon dengan menampilkan narasumber: Kang Acil Bimbo, Kang Ibing Kusmayatna, Kang Asep Truna, Bapak Drs.R.H. Hidayat Suryalaga, pakar lingkungan dari kota setempat, keynote speaker Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Jawa Barat/Sekda Propinsi Jawa Barat serta pembukaan oleh Walikota masing-masing kota.

SOSIALISASI BIDANG PENATAAN RUANG MELALUI ASPEK AGAMA DAN BUDAYAKerjasama Dinas Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Jawa Barat dengan PT.Wahana Raksa Sunda (http//:www.sundanet.com)

15 Oct 2003 - 1:51 am

Propinsi Jawa Barat dengan luas wilayah 3.709.528,44 Ha, memiliki potensi dan permasalahan yang spesifik. Karakter social budaya, keanekaragaman sumberdaya dan posisi geografis yang berbatasan dengan ibukota negara merupakan factor-faktor penyebab meningkatnya pertumbuhan penduduk. Kondisi tersebut berimplikasi pada terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dan inefisiensi pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Mengingat luasnya lingkup permasalahan pemanfaatan ruang, perlu adanya pemahaman dan kesepakatan bersama dari semua stakeholders dalam meningkatkan peran sertanya melalui kegiatan pembangunan, sehuingga tercipta pembangunan yang sesuai dengan perencanaan dan berwawasan lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan sumberdaya manusia melalui forum koordinasi.

ERRY RIYANA HARDJAPAMEKAS"Kade Hirup ulah Kabawa ku Sakaba-kaba, jeung Ulah Jarambah Teuing" (Meunang Jarambah tapi ulah Katutuluyan)

16 Jun 2003 - 2:16 am

Tokoh yang kami tampilkan ke hadapan sidang pembaca SundaNet.Com kali ini dikenal memiliki banyak jabatan yang dipercayakan kepadanya, aktif di berbagai organisasi serta kental kasundaannya. Beliau adalah bapak Erry Riyana Hardjapamekas.

Erry Riyana Hardjapamekas, dilahirkan di Bandung pada tanggal 5 September 1949, putera pasangan Bapak Sobri Hardjapamekas dengan Ibu T.Djuaedah. Erry yang beristrikan Ibu Yanie Netty Budiarti ini memperoleh gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1978. Tercatat dalam salah satu aktivitasnya, Erry pernah mengikuti Executive Education Program on "Corporate Financial Management" di Harvard Business School, tahun 1992, serta mengikuti berbagai seminar, lokakarya, dan konferensi, baik sebagai peserta maupun pembicara.

Misi Seni Ka Luar Negri, Antara Potensi Jeung PromosiKu: Nano S.

7 Jan 2003 - 12:20 am

Taun genep puluhan mun aya misi seni kasenian Sunda ka luar negri, biasana sok diwakilan ku seni tari, pangpana tarian karya ti Tjetje Somantri. Nu jadi panangkesna ti Jawatan Kabudayaan, salaku lembaga pamarentah nu gede wibawana ka balarea, pangpangna keur para seniman. Para penari anu dipilih keur jadi anggota misi kesenian, tangtu wae lolobana para penari anu sok latihan ti Jawatan Kabudayaan, kitu deui para pangrawitna (nayaga). Kusabab eta misi kesenian teh digabung jeung kesenian daerah sejen, anggotana biasana tara pati loba, komo pangrawitna mah dipilih nu pokona bae. Upamana juru kendang, rebab, jeung sabaraha urang tambahanana. Kakuranganana sok dibantuan ku seniman Jawa, anu biasana leuwih kumplit anggotana. Ngaran misi kesenian sok disebut misi kesenian kepresidenan, sebab ieu kagiatan teh mangrupa wakil nagara Indonesia, dina ngarakutkeun hubungan jeung nagara luar, kaasup upaya mintonkeun kabinangkitan kasenian di Indonesia anu Bhineka Tunggal Ika. Salian keur kagiatan misi seni ka luar negri, ti Jawa Barat oge remeh ngeusian acara di istana negara keur ngahibur para tamu ti luar negri. Para penari anu sok mindeng di istana negara, biasana sok meunang landihan penari istana.