Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci subrata (4)

Naskah Kuna: WAWACAN DANUMAYA

11 Jul 2002 - 7:37 am

Tersebutlah sebuah negara bernama Gilangkancana. Rajanya bernama Sang Panji Subrata, dan permaisurinya bernama Ratna Kencana. Sang Raja mempunyai seorang putra yang sangat rupawan bernama Danumaya.

Semenjak kecil Danumaya rajin menuntut ilmu. Setiap pesantren yang terkenal selalu ia datangi dan terus berguru disana. Tapabratapun sering ia lakukan.

Pada suatu ketika Danumaya sedang berada didalam keraton. Tiba-tiba sang ayah berkata bahwa ke Gilangkencana bakal ada kerajaan lain yang menyerbu yaitu keling.

WANGSIT TI BADIGUL/RANCAMAYATanggal: 25 Oktober 1987. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.

25 Sep 2001 - 3:26 am

Badigul teh pasir bulistir di Rancamaya -caket Batutulis- Bogor. Ieu tempat kacaritakeun dina Naskah Sunda Kuna. Nurutkeun Drs. Saleh Danasasmita (budayawan/sejarawan) nu katampa ku kuring pribadina (saminggu samemeh pupus), nyaurkeun yen di badigul, Prabu Siliwangi “diawuy/dikremasi”. Lebakkeunana ayeuna jadi sawah, malah dijadikeun real estate, padahal baheula nya di dieu pisan Talaga Rena Mahawijaya teh. Kuring kungsi jarah ka ieu tempat 3 kali diantarana jeung Acil Bimbo, Uu Rukmana, Adil Fadila Kusumah, Dadi P. Danusubrata, jeung sajabana ti eta.

SEJARAH CIAMIS

11 Sep 2001 - 4:26 am

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.

PAGUYUBAN PASUNDANKiprah Paguyuban Pasundan Pada Zaman Penggerakan Nasional (1914 - 1942)

30 Aug 2001 - 12:00 am

Pada saat didirikannya Paguyuban Pasundan bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama pendidikan bagi putra-putri Jawa Barat dan Kebudayaan Sunda.
Seirama dengan perkembangan pergerakan nasional yang lebih menjurus kearah Pergerakan Politik pada tahun 1919. Selanjutnya bidangnya diperluas, seperti bidang Ekonomi, Kepemudaan, Wanita, Media Massa, dan Pendidikan.