Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci tangan (55)
- SENI PERTUNJUKAN BANJET
19 Sep 2001 - 6:34 am
Banjet atau kadang-kadang juga disebut Topeng Karawang merupakan suatu seni pertunjukan semacam Longser yang hidup dan berkembang di Karawang. Dalam perkembangannya Banjet mengalami perubahan, seperti Banjet Margaluyu dilengkapi dengan instrumen: Gambang, Kolenang, Saron 2 buah, Panerus serta Goong Gantung, yang semula hanya waditra-waditra yang tergabung dalam Ketuk Tilu.
- WADITRA TRADISIONAL CELEMPUNG
17 Sep 2001 - 9:00 am
Waditra tradisional ini dibuat dari ruas bambu dengan sembilunya sebagai senar. Kegunaan waditra ini adalah sebagai pengatur irama lagu dalam orkestrasi yang dinamakan Celempungan.
- MENGENAL SENI ANGKLUNG
13 Sep 2001 - 2:33 am
Angklung yang kita kenal saat ini adalah waditra yang terbuat dari ruas-ruas bambu. Cara memainkannya digoyangkan oleh tangan. Terdapat di seluruh daerah Jawa Barat. Di Banten angklung dimainkan dalam upacara ngaseuk (menanam benih padi di ladang).
Beberapa jenis angklung kami coba perkenalkan disini adalah angklung buncis, angklung bungko, angklung daeng dan angklung gubrag.- SEJARAH CIAMIS
11 Sep 2001 - 4:26 am
Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.
- SEJARAH CIREBON
8 Sep 2001 - 11:43 pm
Kisah asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.
Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.




















