Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci tulisan (34)

SEJARAH CIREBON

8 Sep 2001 - 11:43 pm

Kisah asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.

Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.

JAIPONGANAntara Kreasi Seni, Gengsi dan Tradisi Gantangan

6 Sep 2001 - 12:00 am

Keberadaan Jaipongan telah diakui masyarakat, tidak saja di Jawa Barat akan tetapi telah diakui pula keberadaannya di tingkat nasional dan cukup banyak orang asing yang menyukainya. Hal ini pada prinsipnya karena kesenian merupakan milik bersama dari suatu komunitas masyarakat, melalui nilai-nilai yang dikandungnya dari suatu bentuk seni tersebut. Jaipongan merupakan cermin kinerja seniman sebagai individu yang merupakan ekspresi pribadinya yang tidak lepas dari pengaruh lingkungannya.

KELESTARIAN HUTAN MENURUT ORANG BADUY

23 Aug 2001 - 12:00 am

"Pun Sapun,
Sapun ka Luluhuran, tabe ka handapeunnana
Kami amit mipit pikir, Kula menta jaga raksa
Rek nyacahankeun, anu dicacahankeun
Para Karolot sakabeh, geunna kami ieuh
Neda ditangtayung dipayung, neda dipanjang hampura
Ku para Karolot sakabeh
Pun Sapun!"

RONGGENG, DI ATAS DAN DI BELAKANG PANGGUNGTelaah Heurmanetika Filosofis dalam Kajian Folklorik Sunda

22 Aug 2001 - 12:00 am

Ronggeng di atas panggung yang kasat mata, ialah suatu seni pertunjukan yang lebih bersifat hiburan. Untuk keperluan ini, seperti penampakan seni Ronggeng sekarang inilah, berkonotasi sangat fisikal indrawi.

Peran Ronggeng di belakang panggung (kajian Esoteris) ternyata begitu bermakna. Melambangkan cobaan hidup baik lahir maupun batin bagi manusia. Bukankah kualitas itu hanya bisa dicapai bila telah diuji lebih dahulu?