Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci aktif (37)

SAUNG ANGKLUNG UDJO

28 Jan 2004 - 9:39 pm

Tahun 1967 untuk pertama kalinya rombongan turis dari Belanda berkunjung ke Saung Angklung Udjo. Sebuah tempat di desa Padasuka, dikelilingi hamparan sawah dan kerimbunan rumpun bamboo, dimana anak-anak kecil bergembira dengan aneka permainan desa, belajar berbagai kesenian daerah dibawah bimbingan Udjo Ngalagena. Inilah Saung Angklung Udjo, tempat angklung dibuat, dipelajari, dimainkan, dan dipertunjukan dengan penuh keceriaan. Tempat yang telah dikunjungi wisatawan dari seluruh belahan dunia.

DR.Ir. Mubiar Purwasasmita"Leuweung Ruksak, Cai Beak, Manusa Balangsak"

24 Dec 2003 - 2:25 am

Walaupun berlatar belakang Sarjana Teknik Kimia ITB serta lulus Doktor Teknologi Pemrosesan di Institut Nationale Polytechnique de Lorraine di Nancy Perancis tahun 1985, ketertarikan, kepedulian serta aktivitasnya di bidang kehutanan serta lingkungan hidup, khususnya di Jawa Barat tidak diragukan lagi. Dalam beberapa kegiatan, sebagai dosen, peneliti dan pengabdi kepada masyarakat, baik sendiri maupun bersama tim semenjak tahun 2000 hingga sekarang telah melakukan banyak hal, khususnya dalam memecahkan berbagai masalah lingkungan alam yang kritis, khususnya yang menyangkut infrastruktur alam hutan, sungai, danau, pesisir, pulau dan udara.

KABUYUTAN UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGANOleh: Oman Abdurahman dan Yustiaji

17 Nov 2003 - 12:34 am

Catatan atau peninggalan sejarah Sunda tertua yang memuat istilah kabuyutan sejauh ini adalah sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti Cibadak. Prasasti ini merupakan peninggalan Sri Jaya Bupati, seorang raja Sunda, yang dibuat antara 1006-1016 M, Prabu Sri Jaya Bhupati memerintah bersamaan saat di Kediri, Jawa Timur, memerintah Raja Airlangga. Dalam prasasti tersebut, Sri Jayabupati telah menetapkan sebagian dari Sungai Sanghyang tapak (saat itu), sebagai kabuyutan, yaitu tempat yang memiliki pantangan (larangan) untuk ditaati oleh segenap rakyatnya.

SOSIALISASI BIDANG PENATAAN RUANG MELALUI ASPEK AGAMA DAN BUDAYAKerjasama Dinas Tata Ruang dan Permukiman Propinsi Jawa Barat dengan PT.Wahana Raksa Sunda (http//:www.sundanet.com)

15 Oct 2003 - 1:51 am

Propinsi Jawa Barat dengan luas wilayah 3.709.528,44 Ha, memiliki potensi dan permasalahan yang spesifik. Karakter social budaya, keanekaragaman sumberdaya dan posisi geografis yang berbatasan dengan ibukota negara merupakan factor-faktor penyebab meningkatnya pertumbuhan penduduk. Kondisi tersebut berimplikasi pada terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dan inefisiensi pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Mengingat luasnya lingkup permasalahan pemanfaatan ruang, perlu adanya pemahaman dan kesepakatan bersama dari semua stakeholders dalam meningkatkan peran sertanya melalui kegiatan pembangunan, sehuingga tercipta pembangunan yang sesuai dengan perencanaan dan berwawasan lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan sumberdaya manusia melalui forum koordinasi.

ABAH IWAN (Ir. Iwan Abdulrahman)"Balik ka Leuweung, indit ti Leuweung"

27 Aug 2003 - 2:59 am

Bandung teh hiji kota anu kacida unikna nu mibanda karakter sarta sipat anu mandiri. Dina hirup kumbuhna kota, Bandung geus mere "inspirasi" henteu ngan ukur ka nagara urang wae, tapi oge umumna ka sakuliah dunya. Kacida lobana gerakan kapamudaan lahir, mekar sarta ngawujud di Kota Bandung, sarta jadi "inspirasi" pikeun kota-kota sejenna di Indonesia. Teu kaitung tokoh formal sarta informal nu digedekeun ku kasomeahan kota Bandung. Diantarana sebut wae: ti Ir. Soekarno nepi ka Aa Gym.

Salahsahiji Icon dayeuh Bandung dina widang kapamudaan, di antarana moal lesot tina peran Ir. Iwan Abdulrahman. Sebut wae komunitas Wanadri, Damas, PMB, UNPAD, kasenian (salahsahijina ngaliwatan BIMBO), widang kamiliteran (Instruktur Militer), tokoh "lingkungan hidup" sarta widang-widang sejenna.