Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci bahannya (4)

DANGIANG AKSARA SUNDAPemaknaan Filosofi terhadap Susunan (Abjad) Aksara Sunda

9 Jun 2004 - 2:42 am

Hasil Lokakarya Aksara Sunda yang dilaksanakan atas prakarsa Pemda TK I Prop. Jabar dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, tanggal 21 Oktober 1997, adalah peristiwa budaya yang sangat besar dan mendasar "bagi" peradaban Sunda. Bangsa yang mempunyai sistem ortografis sendiri, berkemungkinan untuk menjadi bangsa yang "besar".
Wacana ini mencoba menarik makna yang terdalam dari rangkaian AKSARA SUNDA yang telah ditetapkan dalam Perda Prop. Jabar No.5 Tahun 2003.
Penulis beranggapan bahwa setiap fonem dan fonetis yang ditulis dan diucapkan akan mempunyai makna yang sangat hakiki. Mungkin hal ini sesuatu yang masih dianggap terlalu jauh untuk ditafakuri, tetapi pemikiran ke arah ini bukanlah sesuatu yang baru, Ibnu Arabi pada abad VI H sudah memulainya dengan analisis HAKIKAT LAFADZ ALLAH -- Menemukan Rahasia Ketuhanan Melalui Studi Teks "Jalalah" -- terjemah Drs. Hassan Abrori M.A., Pustaka Progresif, Surabaya, 1996, dan pustaka lainnya yang tersebar di masyarakat.
Dengan menggunakan metoda ekliktika dan setelah meneliti kaidah-kaidah pemaknaan aksara/huruf dari bermacam sumber maka dapat disimpulkan bahwa dalam kandungan SUSUNAN AKSARA SUNDA terdapat pesan maknawi yang holisitk dan religius yang bisa dijadikan acuan hidup masyarakat Sunda.

KELOMPOK PEMAKAI KUJANG

26 May 2004 - 6:45 pm

Sekalipun kujang identik dengan keberadaan kerajaan Pajajaran pada masa silam, namun berita Pantun Bogor (PB) tidak menjelaskan bahwa alat itu dipakai oleh seluruh masyarakat Sunda secara umum. Perkakas ini hanya digunakan oleh kelompok tertentu yaitu para raja, prabu anom, golongan pangiwa, panengen, golongan agamawan, para putrid serta golongan kaum wanita tertentu, dan para kokolot. Sedangkan rakyat biasa menggunakan perkakas-perkakas lain seperti golok, congkrang, sunduk dan sebagainya. Kalau ada yang menggunakan kujang, sebatas jenis pamangkas untuk keperluan berladang.

JALAN-JALAN KE BEBERAPA MUSEUM DI JAWA BARAT

13 Nov 2001 - 9:45 pm

Mau melihat barang-barang peninggalan jaman dulu baik berupa tengkorak manusia purba, binatang purba dan batu-batuan yang berumur ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu silakan kunjungi Museum Geologi.

Selain Museum Geologi ada juga beberapa museum lainnya seperti Museum Negeri Sri Baduga, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Pos dan Giro serta Museum Geusan Ulun. Museum tersebut jangan sampai terlewat untuk dikunjungi baik yang ada di Kota Bandung maupun Sumedang.

TOPENG CIREBONOleh: Nana Munajat

19 Oct 2001 - 3:14 am

Kata topeng dapat diartikan sebagai penutup muka atau wajah yang disebut kedok. Tarian yang dalam penyajiannya menggunakan kedok ini secara umum disebut Tari Topeng. Selain itu juga ada tarian yang penyajiannya tidak menggunakan topeng tetapi disebut Tari Topeng misalnya tari Topeng Cisalak, Tari Lipet Gandes dan Blantek. Ada pula tarian yang menggunakan topeng tetapi tidak dikatakan Tari Topeng seperti halnya Wayang Wong Cirebon. Istilah topeng di Wilayah Cirebon dapat diartikan juga sebagai pertunjukan secara lengkap.