Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci cermin (11)

Drs. Saini Karna MisastraHade Ku Omong Goreng Ku Omong

25 Aug 2001 - 12:00 am

Drs. Saini Karna Misastra dilahirkan di Sumedang pada tanggal 16 Juni tahun 1938. Beliau adalah putera dari pasangan Bapak Mohammad Said dan Ibu Aniah. Namanya sebagai seorang Budayawan Sunda lebih popular dengan sebutan Saini KM.

Garis keturunan dari pihak ibunya Saini KM berasal dari daerah Cirebon. Profesi dan jabatan yang diembannya cukup bervariasi dimulai sebagai penyair, penulis cerita pendek, lakon dan cerita silat dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Sunda. Beliau juga dosen di Akademi Seni Tari Indonesia, saat ini disebut Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dan membidani Jurusan Seni Teater.

PELUANG DAN KARIR DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUPDirektori Pendidikan dan Bisnis Lingkungan Hidup

23 Aug 2001 - 12:00 am

Tantangan terbesar pada abad 21 tidak lain adalah pemulihan hancurnya lingkungan hidup di seluruh dunia. Kondisi sungai, hutan, laut dan perkotaan di tanah air Indonesia bisa dijadikan cermin keadaan makro maupun mikro. Di mata bisnis hal ini jelas peluang yang besar. Sedangkan bagi insan-insan progresif, yang selalu berusaha membangun karir maupun bisnis, para sarjana, cendekiawan dan generasi muda

MASYARAKAT BERHAK MENILAI

23 Aug 2001 - 12:00 am

Ini salah satu hembusan angin segar dalam reformasi pengelolaan lingkungan. Kini masyarakat lokal berhak menilai, mengkritik dan memberi masukan terhadap perumusan AMDAL perusahaan baru yang mengelola sumber daya alam dan memberi dampak lingkungan di suatu daerah.

FORUM KI SUNDA SEBAGAI SOLUSI BUDAYA

22 Aug 2001 - 12:00 am

Forum Ki Sunda lahir dari kesadaran untuk menyelamatkan asset budaya santun yang mulai hilang di kalangan masyarakat Sunda. Selain itu juga untuk memperkuat kembali tali persaudaraan berdasarkan nilai-nilai budaya menuju Bangsa Indonesia yang kuat.

Drs. H. Eka SantosaMasyarakat Sunda Memiliki Filosofis dan Nilai Budaya Luhur

22 Aug 2001 - 12:00 am

Masyarakat Sunda yang dikenal ramah, kreatif dan religius memiliki filosofis serta nilai-nilai budaya yang luhur.
Hal ini tercermin dalam kontribusi yang diberikan untuk memperkokoh eksistensi dan dinamika pembangunan pemerintahan maupun kemasyarakatan di Jawa Barat.

Untuk menyiasati berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Jawa Barat, kita senantiasa berupaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai "silih asih, silih asah, silih asuh" dengan pola pemecahan masalah "caina herang laukna beunang".