Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dalamnya (16)

MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 1)H.R. Hidayat Suryalaga

25 Aug 2003 - 2:42 am

Pengertian "Urang Sunda" dalam judul di atas mungkin masih terasa samar. Untuk kesempatan sekarang saya membatasi pengertian "Urang Sunda" adalah yang merasa dirinya Urang Sunda dan "terbiasa" memberi makna terhadap benda-benda atau peristiwa berkebudayaan serta fenomena alam sekitar. Pemaknaan akan hal-hal ini bukanlah sesuatu yang sengaja dibuat-buat (jijieunan), tetapi bersandar pada kaidah bahwa setiap insan harus mampu MACA UGA DINA WARUGA, dan itu dimaknai sebagai kearifan untuk mengidentifikasikan diri MIKRO dengan diri MAKRO, jagat Sagir dan jagat Kabir. Sebenarnyalah cukup banyak kegiatan berkebudayaan yang diberi makna khusus sehingga bisa dijadikan sarana penelusuran arah pemikiran Urang Sunda dalam perjalanan hidupnya meniti RAWAYAN JATI (Shirath, Perennial, Brahman, Tao, Sangkan Paraning Dumadhi, Al Hikmah al-Muta'aliyah, Jawidan Khirad).

Naskah Kuna: WAWACAN DANUMAYA

11 Jul 2002 - 7:37 am

Tersebutlah sebuah negara bernama Gilangkancana. Rajanya bernama Sang Panji Subrata, dan permaisurinya bernama Ratna Kencana. Sang Raja mempunyai seorang putra yang sangat rupawan bernama Danumaya.

Semenjak kecil Danumaya rajin menuntut ilmu. Setiap pesantren yang terkenal selalu ia datangi dan terus berguru disana. Tapabratapun sering ia lakukan.

Pada suatu ketika Danumaya sedang berada didalam keraton. Tiba-tiba sang ayah berkata bahwa ke Gilangkencana bakal ada kerajaan lain yang menyerbu yaitu keling.

SENI JENTRENG ATAU TARAWANGSA DARI RANCAKALONGOleh: Yuli YS

11 Jun 2002 - 3:21 am

Kesenian tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi kebudayaan yang hidup dalam masyarakat penyangganya. Sejak dulu masyarakat Sunda terkenal dengan budaya ngahuma atau berladang. Karena itu kesenian yang tumbuh di masyarakat Sunda selalu terkait dengan mitos Dewi Sri. Begitu pula dengan kesenian Jentreng atau lebih terkenal dengan sebutan Tarawangsa.

STUDIO SENI RUPA RANGGA GEMPOL

17 Apr 2002 - 2:38 am

Barli Sasmita adalah salah seorang pelukis Angkatan 1935, yang bersama-sama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahidi dan Sudarsono mendirikan Kelompok Lima Bandung. Sebagai pelukis Barli tetap eksis dan produktif dalam karya-karyanya sampai sekarang.

Diluar kegiatannya, Barli serius menekuni bidang pendidikan seni lewat Studio Rangga Gempol (SRG) yang didirikan pada awal tahun 1958. Studio ini semula dikenal sebagai Studio Gelanggang Karya Bandung. Dalam perjalanannya sampai sekarang, SRG berfungsi sebagai sarana pendidikan untuk mengenal dan memahami hal-hal mengenai seni, khususnya seni lukis.

SASTERA LISAN BADUY

28 Jan 2002 - 11:09 pm

Urang "BADUY" Kanekes, yang bermukim di Pegunungan Kendeng, Banten Selatan, sebagai masyarakat tradisi murni, yang masih kuat menampakan cirri-ciri budaya Nusantara sebelum kedatangan Hindu dan Budha. Diantaranya, penghormatan kepada Roh Karuhun (leluhur) serta tercemin pula dalam sementara bentuk sastra lisannya yang mengandung nilai falsafah Sunda buhun, seperti pada mantera. Sampai kini pada era globalissasi komunikasi, pada penghujung Abad XX, masih kuat dan mantap berdiri dengan jatidirinya. Jatidiri, kepribadian, Sunda antara lain: menghormati karuhun, menjaga dan melestarikan lingkungan serta hidup dalam bergotong royong, serta bermusyawarah untuk mufakat.