Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dihadapi (9)

ACIL BIMBOMelalui Bandung Spirit Mengajak Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Ki Sunda

14 Feb 2002 - 4:01 am

Masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai Penyanyi Indonesia legendaris yang tergabung dalam Group Musik bersaudara BIMBO. Group musik yang keberadaannya cukup langgeng di Tanah Air tercinta ini, mempunyai ciri khas olah vokal tersendiri dalam lagu-lagu yang dirilisnya. Tidaklah heran, kalau Group Musik BIMBO yang seluruh personelnya cikal bakal putera Sunda ini tergolong Group Musik yang legendaris.

Salah seorang personalnya adalah Darmawan Hardjakusumah, SH atau yang lebih dikenal dengan nama Acil Bimbo. Pria kelahiran tanggal 20 Agustus 1943 merupakan salah seorang putra pasangan wartawan Dayat Harjakusumah dengan Hajjah Uken Kenran.

SISTEM PERTAHANAN & KEAMANAN KITA SUDAH AMBRUKSambutan dari Letjen. Purn. Dr. H. Mashudi pada Acara Silaturahmi WI-ASGAR

31 Aug 2001 - 12:00 am

Sistem pertahanan dan keamanan negara kita saat ini sudah ambruk. Terutama setelah diembargo pihak asing. Indonesia sudah tidak mempunyai kekuatan apa-apa lagi, karena bagian terpenting untuk menjaga identitas bangsa sudah berada pada titik paling lemah.

DAYA MAHASISWA SUNDA (DAMAS)

31 Aug 2001 - 12:00 am

Mahasiswa daerah dituntut untuk tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan tetapi juga harus pandai memposisikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu caranya adalah melalui aktifitas dalam organisasi yang berwandakan kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Dalam hal ini mahasiswa harus tampil dalam barisan terdepan.

Drs. H. Eka SantosaMasyarakat Sunda Memiliki Filosofis dan Nilai Budaya Luhur

22 Aug 2001 - 12:00 am

Masyarakat Sunda yang dikenal ramah, kreatif dan religius memiliki filosofis serta nilai-nilai budaya yang luhur.
Hal ini tercermin dalam kontribusi yang diberikan untuk memperkokoh eksistensi dan dinamika pembangunan pemerintahan maupun kemasyarakatan di Jawa Barat.

Untuk menyiasati berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Jawa Barat, kita senantiasa berupaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai "silih asih, silih asah, silih asuh" dengan pola pemecahan masalah "caina herang laukna beunang".