Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci dipak (49)

SASTERA LISAN BADUY

28 Jan 2002 - 11:09 pm

Urang "BADUY" Kanekes, yang bermukim di Pegunungan Kendeng, Banten Selatan, sebagai masyarakat tradisi murni, yang masih kuat menampakan cirri-ciri budaya Nusantara sebelum kedatangan Hindu dan Budha. Diantaranya, penghormatan kepada Roh Karuhun (leluhur) serta tercemin pula dalam sementara bentuk sastra lisannya yang mengandung nilai falsafah Sunda buhun, seperti pada mantera. Sampai kini pada era globalissasi komunikasi, pada penghujung Abad XX, masih kuat dan mantap berdiri dengan jatidirinya. Jatidiri, kepribadian, Sunda antara lain: menghormati karuhun, menjaga dan melestarikan lingkungan serta hidup dalam bergotong royong, serta bermusyawarah untuk mufakat.

MENGENAL GEDUNG-GEDUNG KUNO DI KOTA BANDUNG

12 Nov 2001 - 7:41 pm

Beberapa bangunan kuno peninggalan Zaman Kolinal Belanda yang ada di Kota Bandung kini hampir punah. Beberapa diantaranya telah direnovasi sehingga merubah bentuk bahkan diantaranya ada yang hilang sama sekali.

Berikut beberapa bangunan yang masih berdiri kokoh dan bisa dilihat gaya arsitekturnya, sebagai peninggalan artistik di bidang arsitektur. Mungkin sebaiknya bangunan seperti ini jangan sampai kita musnahkan sama sekali malah sebaiknya kita pertahankan wujud bangunannya tanpa merubah keasliannya. Gedung-gedung tersebut diantaranya Gedung Dwi Warna, Gedung Pakuan dan Gedung Sate serta beberapa bangunan lainnya.

TOPENG CIREBONOleh: Nana Munajat

19 Oct 2001 - 3:14 am

Kata topeng dapat diartikan sebagai penutup muka atau wajah yang disebut kedok. Tarian yang dalam penyajiannya menggunakan kedok ini secara umum disebut Tari Topeng. Selain itu juga ada tarian yang penyajiannya tidak menggunakan topeng tetapi disebut Tari Topeng misalnya tari Topeng Cisalak, Tari Lipet Gandes dan Blantek. Ada pula tarian yang menggunakan topeng tetapi tidak dikatakan Tari Topeng seperti halnya Wayang Wong Cirebon. Istilah topeng di Wilayah Cirebon dapat diartikan juga sebagai pertunjukan secara lengkap.

WANGSIT TI PRABU WASTUKANCANAKatampi ku Nu Katitipan di Situs Astana Gede - Kawali, 18 September 1990

9 Oct 2001 - 5:24 am

Diwastu kula PRABU WASTUKANCANA. Ieu teh pada merenahkeun maneh ti para Parisada, para Bagawan ti para Kolot Kula, tegesing usikna sanubari nu nitis ti kalanggengan pikeun kamulyaan lahir jeung gaibna.

WANGSIT TI BADIGUL/RANCAMAYATanggal: 25 Oktober 1987. Katampi ku: R. Hidayat Suryalaga.

25 Sep 2001 - 3:26 am

Badigul teh pasir bulistir di Rancamaya -caket Batutulis- Bogor. Ieu tempat kacaritakeun dina Naskah Sunda Kuna. Nurutkeun Drs. Saleh Danasasmita (budayawan/sejarawan) nu katampa ku kuring pribadina (saminggu samemeh pupus), nyaurkeun yen di badigul, Prabu Siliwangi “diawuy/dikremasi”. Lebakkeunana ayeuna jadi sawah, malah dijadikeun real estate, padahal baheula nya di dieu pisan Talaga Rena Mahawijaya teh. Kuring kungsi jarah ka ieu tempat 3 kali diantarana jeung Acil Bimbo, Uu Rukmana, Adil Fadila Kusumah, Dadi P. Danusubrata, jeung sajabana ti eta.