Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci jahat (9)

PERAN SANGKURIANG DAN DANGHYANG SUMBI DALAM LEGENDA GUNUNG TANGKUBANPARAHUSuatu kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya

3 May 2004 - 11:49 pm

Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkubanparahu sangat dikenal di Tatar Sunda, disebut pula sebagai sasakala terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Adapun tokoh Danghyang Sumbi yang seharusnya menjadi esensi maknawi dalam mitos ini sering tersisihkan oleh peran Sangkuriang - puteranya. Wacana yang tersaji kali ini adalah upaya untuk mengarifi nilai-nilai mitos yang terkandung dalam legenda gunung Tangkubanparahu, sehingga mempunyai nilai tambah bagi pemaknaan kita terhadap wawasan budaya lokal.

KEMANA PERGINYA DONGENG SUNDA KITA?

14 Jul 2003 - 1:04 pm

Belakangan ini sulit sekali rasanya kita mendengar acara radio yang menyiarkan secara langsung dongeng pasosonten, carita ti Sinta dan sejenisnya. Acara tersebut biasanya dibawakan oleh seorang yang ahli membawakan berbagai karakter, ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi, kakek-kakek, nenek-nenek, anak-anak, bayi, pendekar, orang jahat dan sebagainya.

Pada masanya hampir setiap rumah penduduk merelai acara dari sebuah radio yang meyiarkan dongeng. Tidak terbayang lagi betapa hiruk pikuk orang ketika esok harinya menceritakan kembali apa-apa yang ia dengar dari sebuah dongeng favoritnya. Atau ketika orang terburu-buru ingin segera tiba di rumahnya setelah seharian penuh bekerja, pada sore harinya beristirahat sambil menyimak siaran dongeng favoritnya yang penuh pekerti tersebut.

Dipegat Peneng

14 May 2003 - 1:38 am

Bisa jadi kulantaran pangeusi kota can loba, sasat kaurus pisan kota teh. Kageroh ku pamarentah kota nu pagawena ukur pupuluhan oge. Ongkoh warga kota teh narurut keneh. Sarieuneun mun teu nurut kana peraturan atawa baha kana parentah gegeden teh.

Geura we, tutumpakan, teu waranieun ngarempak palaturan padahal tara sapanjangna aya pulisi. Kareta mesin, beca, delman, geus puguh ari motor jeung mobil mah, apan tara aya nu wani ngulampreng peuting bari teu make lampu. Berko sepedah teh apan paalus-alus, pacaang-caang.

Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang

9 Jan 2003 - 10:19 pm

Dina raraga nyoreang alam katukang, mulangkeun panineungan kaayaan dayeuh Bandung antawis taun 1950-an dugi ka taun '60-an nu tangtos kaayaan harita kalintang tebih pisan bentenna sareng Bandung ayeuna. Dina seratan ieu dicobi dipedar seratan saderek Us Tiarsa R nu sadidintenna mancen tugas salaku redaksi "Pikiran Rakyat Grup" hususna di mingguan "Galura" Bandung nu urang moal bireuk deui, dicutat tina buku "Basa Bandung Halimunan" nu diterbitkeun ku Penerbit Yayasan Galura.

Sebuah Catatan: DIALOG SERATUSMembangun Daya Tahan dan Daya Juang Masyarakat
(Kerjasama Bandung Spirit & YPSDM Forum Rektor)

20 Aug 2002 - 8:29 am

Akibat masa keterpurukan yang berkepanjangan, masyarakat kelas menengah kebawah dihadapkan kepada situasi kejiwaan yang berintikan rasa kehilangan. Mereka kehilangan sumber nafkah, kepercayaan (kepada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif), kehilangan panutan, kehilangan rujukan dalam kehidupan sehari-hari dan kehilangan harapan akan masa depan. Dibawah tekanan keadaan seperti itu, mereka lebih mudah melakukan baik tindak kejahatan individual maupun amuk masa yang destgruktif. Kedua macam tindakan itu berintikan kekerasan,baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam. Disesalkan, kelompok elit yang seharusnya menjadi panutan didalam dan mengatasi rasa kehilangan itu ternyata belum dapat diandalkan. Sebagian diantaranya bahkan tidak sadar akan masalah yang begitu nyata, sebagian lainnya justru memanfaatkan keadaan itu untuk tujuan-tujuan pribadi maupun golongan. Perbuatan tidak layak dan tidak terhormat seperti itu harus segera dihentikan dan upaya-upaya nyata yang benar-benar dibimbing cita-cita mulia harus digalakkan.