Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci katakan (30)
- PANDANGAN HIDUP RELIGIUS URANG SUNDA TERHADAP KEBERADAANNYA DI DUNIA INIOleh: Drs. H. Hidayat Suryalaga
3 Oct 2001 - 5:12 am
Berkisah tentang pandangan hidup Urang Sunda, maka akan berawal dari kosmologinya dimana Urang Sunda mengartikan hidup dan kehidupannya di alam dunia ini. Ada beberapa Naskah Kuno Sunda, antara lain Sanghiyang Siksa Kanda’ng Karesian (SSKK-1518 M), Sewaka Darma (abad ke 17 M), Naskah Ciburuy (abad 17 M), dan folkorik lainnya seperti makna kandungan Prasasti Kawali 7 dan 8 (Abad 13-14 M) serta aspek Budaya Sunda yang bisa dijadikan rujukan.
Bagaimana Pandangan Hidup Urang Sunda dalam menentukan VISI dan MISI keberadaannya di jagat raya ini. Berikut ini adalah bagan/skema paradigmanya. Hal ini diharapkan akan memudahkan alur pikir Urang Sunda dalam menyiasati keberadaannya. Alur VISI dan MISI Hidup Urang Sunda ini disebut dengan istilah RAWAYAN JATI.- ADAT ISTIADAT SUNDA
6 Sep 2001 - 12:00 am
Bagi masyarakat yang lahir dan dibesarkan di Tatar Sunda, mungkin masih terngiang dan masih ingat sebuah kata yang berbunyi Pamali.
Kata pamali ini lazim sebuah sebutan untuk mengatakan segala sesuatu yang tabu, dan jangan sekali-kali kita menanyakan mengapa bila disebut pamali.- EROTISKAH TARI KETUK TILU?
6 Sep 2001 - 12:00 am
Kaitan dari Tari Ketuk Tilu yang dilakukan penari, ronggeng atau doger adalah gerakannya yang erotis, yakni gerakan berupa goyang pinggul, geol dan giteknya yang merangsang. Sekelumit erotisme, enjoyment serta partisipasi Tari Ketuk Tilu memiliki latar belakang sebuah budaya untuk upacara sakral.
Pada mulanya Tari Ketuk Tilu adalah tari bagi upacara penghargaan kepada dewi yang dianggap melindungi tanaman padi, yakni Dewi Sri. Tari ini dilakukan oleh dua jenis penari yang terdiri dari wanita dan pria secara berpasangan yang mengandung arti kesuburan. Nama Ketuk Tilu itu diambil dari waditra pengiringnya (alat musik) yang terdiri dari alat musik yang disebut ketuk berupa gendang kecil.- SISTEM PERTAHANAN & KEAMANAN KITA SUDAH AMBRUKSambutan dari Letjen. Purn. Dr. H. Mashudi pada Acara Silaturahmi WI-ASGAR
31 Aug 2001 - 12:00 am
Sistem pertahanan dan keamanan negara kita saat ini sudah ambruk. Terutama setelah diembargo pihak asing. Indonesia sudah tidak mempunyai kekuatan apa-apa lagi, karena bagian terpenting untuk menjaga identitas bangsa sudah berada pada titik paling lemah.
- H. Abung Koesman SomawidjajaCiri Urang Sunda yang Nyunda Nyaeta Harus Cageur Bageur Bener jeung Pinter
30 Aug 2001 - 12:00 am
Ciri Urang Sunda anu Nyunda nyaeta manusa anu cageur jeung bageur. "Cageur" tersebut dapat diartikan sebagai manusia yang sehat dan sejahtera baik lahir maupun batin. Sedangkan "bageur", yaitu manusia yang hidupnya sesuai dengan kesadaran hukum yang harus ditaati.
Abung Koesman dilahirkan di Garut pada tanggal 24 April 1925. Sebelum menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat H. Abung Koesman adalah Walikota Cirebon yang dijabatnya pada tahun 1972-1982.




















