Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci konon (11)

SENI JENTRENG ATAU TARAWANGSA DARI RANCAKALONGOleh: Yuli YS

11 Jun 2002 - 3:21 am

Kesenian tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi kebudayaan yang hidup dalam masyarakat penyangganya. Sejak dulu masyarakat Sunda terkenal dengan budaya ngahuma atau berladang. Karena itu kesenian yang tumbuh di masyarakat Sunda selalu terkait dengan mitos Dewi Sri. Begitu pula dengan kesenian Jentreng atau lebih terkenal dengan sebutan Tarawangsa.

SEJARAH CIAMIS

11 Sep 2001 - 4:26 am

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.

Drs. H. Lily Hambali HasanRaih The Best Award Gold Priorty 2001

30 Aug 2001 - 12:00 am

Yayasan Pengabdi dan Mitra Perjuangan Reformasi Pusat Jakarta pada tanggal 29 Maret 2001 telah memberikan anugerah "The Best Award Gold Priorty 2001" bagi insan Pemilik Sumber Daya Manusia Tingkat Nasional.

Untuk tahun 2001 terpilih 52 Tokoh Nasional dari seluruh Indonesia dan salah seorang diantaranya konon Putera Daerah Pinilih dari Tatar Sunda dan hanya seorang dari Propinsi Jawa Barat yakni Drs. H. Lily Hambali Hasan, Sekda Kabupaten Purwakarta yang meraih penghargaan "The Best Prima Executive".

NGABUBURIT GAYA TEMPO DOELOESebuah Tradisi Masyarakat Sunda yang Nyaris Punah

30 Aug 2001 - 12:00 am

Ngabuburit dalam bahasa Sunda artinya melena-lena, melewatkan waktu di bulan puasa, sambil menunggu adzan maghrib, saatnya orang berbuka puasa. Caranya bagaimana mengisi waktu ngabuburit, dengan melena-lena sambil mengendalikan perilaku yang baik dan utama, agar puasa tetap terjaga, dan tidak batal.

RONGGENG, DI ATAS DAN DI BELAKANG PANGGUNGTelaah Heurmanetika Filosofis dalam Kajian Folklorik Sunda

22 Aug 2001 - 12:00 am

Ronggeng di atas panggung yang kasat mata, ialah suatu seni pertunjukan yang lebih bersifat hiburan. Untuk keperluan ini, seperti penampakan seni Ronggeng sekarang inilah, berkonotasi sangat fisikal indrawi.

Peran Ronggeng di belakang panggung (kajian Esoteris) ternyata begitu bermakna. Melambangkan cobaan hidup baik lahir maupun batin bagi manusia. Bukankah kualitas itu hanya bisa dicapai bila telah diuji lebih dahulu?