Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci lirik (8)

PAPAGON HIRUP URANG SUNDA YANG BERSUMBER DARI KEARIFAN BUDAYA CIANJUROleh : H.R. Hidayat Suryalaga

28 Jun 2005 - 2:31 pm

Berkisah tentang wilayah Cianjur, akan membawa kita kembali ke masa-masa awal, ketika kearifan para leluhur Tatar Cianjur sangat mewarnai pandangan hidup dan memberi arah perjalanan peradaban masyarakat Tatar Sunda pada umumnya. Keadaan ini terjadi terutama ketika dayeuh Cianjur ditentukan sebagai Ibu Kota Karesidenan Priangan (tahun 1816 s/d 1864 M)*). Untuk menentukan suatu tempat menjadi ibu kota Karesidenan, tentu setelah diadakan penelitian yang cermat mengenai potensi yang dikandung wilayah tsb. Pontensi itu mungkin saja di berbagai bidang, yang pada masa belum lama berselang disebut kajian berdasarkan ipoleksosbudhankam - religi serta pada masa otonomi daerah seperti sekarang mengacu kepada Visi dan Misi Prov. Jawa Barat tahun 2010 dengan 6 core kebijakan.

KAJIAN SOSIO-BUDAYA MAKNA IKON FAUNA JAWA BARATSumbang Saran untuk Menentukan Ikon Fauna Khas Jawa Barat

1 Mar 2004 - 12:38 am

Masyarakat Jawa Barat, khususnya Etnis Sunda, pada umumnya mempunyai kebiasaan dalam MENGARTIKAN dan MEMAKNAI sesuatu yang bersifat eksternal dikaitkan dengan sesuatu yang internal. Hal ini terjadi karena kedekatan yang begitu erat dengan alam sekitar baik fisik/kontur alam, flora maupun fauna. Dengan demikian kekuatan Mithos Lama sebagai acuan berperilaku/berkehidupan masih mendapat perhatian yang sangat menentukan di masyarakat Sunda.

MAKNA ALAT TENUN TRADISIONAL MENURUT PADANGAN HIDUP URANG SUNDA (Bagian 2)H.R. Hidayat Suryalaga

13 Oct 2003 - 2:10 am

Bahan yang digunakan untuk alat bertenun, terutama yang berasal dari flora/kayu, diuraikan secara rinci. Ini memberi ilustrasi bahwa masyarakat Sunda lama sangat akrab dengan kualitas bermacam flora/kayu, tentu saja dapat dikaitkan pula dengan penanda nilai filosofinya.

Beberapa nama flora yang biasa disebut a.l: Jati Pangrango, Ki Merak, Manglid, Ki Maung, Ki Putri, Jeungjing, Tangkolo Hejo, Ruyung Sagara, Hantap Heulang, Tamiang Sono, Ki Julang Nunggal, Bungbulang Peucang, Ki Julang Anom, Kai Tanggulun, Kai Tanggilin, Awi Tali Nunggal, Awi Bitung, Tanjung, Katapang.

Demikian pula penggunaan nama-nama tokoh (Wayang, Babad, Sejarah, nama fiktif folklorik, toponimi), mengandung makna filosofis tertentu. Semoga suatu saat ada perbincangan yang tentu akan sangat menarik untuk disimak dari para ahli tentang makna simbolisasi yang terkandung di dalamnya.

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS I (bagian 2)Al Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 19 d/k 30

20 Dec 2002 - 1:11 am

11. CAHAYA KILAT SAJORELAT (:2/19) - rhs, 2 Syawal 1421 H


  • Pareng leumpang tengah peuting, poek mongkleng sepi jempling,
    ngadadak baranyay kilat, serab kilat sajorelat.
  • Jelebet sorana tarik, dunya eundeur rek tibalik,
    tinggorowok tingkoceak, asa kiamat ngadadak.
  • Gelap dor-dar tingjelegur, dunya asa arek lebur,
    nu munapek tingjarerit, sieun maot jadi mayit.
  • Careurik aluk-alukan, anak bojo dicalukan,
    tapi taya nu nembalan, hayang salamet sorangan.
  • Kitu misil nu munapek, leumpang ngatog di nu poek,
    uyup-ayap rungah-ringeuh, hatena tagiwur riweuh.
  • Nu munapek lolong hate, teu apal goreng jeung hade,
    cilaka estu cilaka, nu munapek ka naraka.
  • Alloh Nu Maha Ngamurba, ngamurba ka sadayana,
    sadaya mahluk Mantenna, Alloh Nu Maha Kawasa.

Kawih Sunda III

21 May 2002 - 1:24 am

Diraksukan kabaya
Nambihan cahayana
Dangdosan sederhana
Mojang priangan

Umat-imut lucu
Sura-seuri nyari
Larak-lirik keupat
Mojang Priangan

Mojang ti Priangan
Lucu sae atikan
Sae basa sopan
Mojang Priangan