Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci makan (37)

PERAN SANGKURIANG DAN DANGHYANG SUMBI DALAM LEGENDA GUNUNG TANGKUBANPARAHUSuatu kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya

3 May 2004 - 11:49 pm

Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkubanparahu sangat dikenal di Tatar Sunda, disebut pula sebagai sasakala terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Adapun tokoh Danghyang Sumbi yang seharusnya menjadi esensi maknawi dalam mitos ini sering tersisihkan oleh peran Sangkuriang - puteranya. Wacana yang tersaji kali ini adalah upaya untuk mengarifi nilai-nilai mitos yang terkandung dalam legenda gunung Tangkubanparahu, sehingga mempunyai nilai tambah bagi pemaknaan kita terhadap wawasan budaya lokal.

BLANTEKSeni Pertunjukan Tradisional Jawa Barat dari daerah Bogor

8 Mar 2004 - 12:39 pm

Di daerah Bogor terdapat beberapa kesenian teater rakyat. Salah satu diantaranya seni Blantek. Seni Blantek yang berada di daerah Bogor ini termasuk rumpun seni tipeuh, oleh karena itu disebut juga topeng Blantek.

Istilah Blantek dalam kesenian ini adalah campur aduk, tidak karuan, tidak semestinya atau masih dalam tahap belajar. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa Blantek itu akronim dari Blan dan Tek.

TATAKRAMA SUNDAPeran dan Manfaat Tatakrama Sunda dalam Masyarakat yang Berubah dan Majemuk

17 Feb 2003 - 2:43 am

Pembahasan mengenai tatakrama (etiket, sopan-santun) cukup luas jangkauannya. Bagaimana tidak, sebab tatakrama melingkupi seluruh perilaku kehidupan manusia. Dapat dikaitkan dengan: jenis kelamin (pria-wanita), umur (tua-muda), waktu (masa lalu-kini), situasi (gembira-sedih), kesempatan (resmi-tidak resmi) dan sebagainya. Keseluruhan pengelompokan inipun dapat pula dikaji berdasarkan tatakrama religi (agama), falsafah (etika) dan sosio (masyarakat).

Setiap pembahasan tatakrama, sebaiknya diperjelas landasan pijakannya, apakah religi, fisafat ataukah sosio, meskipun pada kenyataannya ketiga unsur tersebut tetap merupakan kesatuan. Tetapi hal ini perlu untuk menyamakan sudut pandang penulis dan pemerhati. Dalam wacana ini saya menitik-beratkan pembahasan tatakrama berdasarkan sosio-kultural, khususnya Sunda dalam situasi masyarakat yang berubah dan majemuk.

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".

TUTUWUHAN SUNDA II

30 Sep 2002 - 6:43 am

CANGKUDU
Mengkudu - Morinda Citrifolia. Nama tumbuhan perdu, buahnya hampir sebesar kepala orang dewasa, penuh benjolan seakan-akan kudisan. Biasanya tumbuh di sisi pagar atau di sudut-sudut pekarangan rumah di pedusunan. Tumbuh sendiri, bukan ditanam orang.
Buahnya berwarna hijau, tapi kalau sudah terlalu matang warnanya keputih-putihan. Berbiji banyak. Pucuk dan pentilnya biasaya dikukus untuk lalab, buahnya yang belum terlalu matang biasanya dirujak.
Rasanya kesat, dan yang sudah matang betul dijadikan obat hipertensi. Kulit akatnya mengandung zat warna kuning (soga).