Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci mungkin (65)
- MENGAPA MASYARAKAT SUNDA DEWASA INI CENDERUNG TIDAK NYUNDA?Suatu telaah untuk menelusuri akar masalah dan mencoba mencari kemungkinan solusinya
14 Sep 2001 - 12:00 am
Apakah yang menjadi cirinya orang Sunda yang Nyunda itu?
Cukup sulit, karena orang Sunda pun adalah "manusia yang tentu bersifat Universal". Tetapi tentu harus ada penanda yang signifikan seperti apa urang Sunda nu Nyunda teh (yang membedakan dari etnis lain).- SILIH ASIH, SILIH ASAH, SILIH ASUH (1)Ku: Hidayat Suryalaga
6 Sep 2001 - 8:39 am
Babasan disebut oge kacapangan atawa motto nu kacida dipiwanohna ku masarakat Tatar Sunda, nya eta SILIH ASIH - SILIH ASAH - SILIH ASUH; sok disingget istilahna jadi SILAS.
- ADAT ISTIADAT SUNDA
6 Sep 2001 - 12:00 am
Bagi masyarakat yang lahir dan dibesarkan di Tatar Sunda, mungkin masih terngiang dan masih ingat sebuah kata yang berbunyi Pamali.
Kata pamali ini lazim sebuah sebutan untuk mengatakan segala sesuatu yang tabu, dan jangan sekali-kali kita menanyakan mengapa bila disebut pamali.- EROTISKAH TARI KETUK TILU?
6 Sep 2001 - 12:00 am
Kaitan dari Tari Ketuk Tilu yang dilakukan penari, ronggeng atau doger adalah gerakannya yang erotis, yakni gerakan berupa goyang pinggul, geol dan giteknya yang merangsang. Sekelumit erotisme, enjoyment serta partisipasi Tari Ketuk Tilu memiliki latar belakang sebuah budaya untuk upacara sakral.
Pada mulanya Tari Ketuk Tilu adalah tari bagi upacara penghargaan kepada dewi yang dianggap melindungi tanaman padi, yakni Dewi Sri. Tari ini dilakukan oleh dua jenis penari yang terdiri dari wanita dan pria secara berpasangan yang mengandung arti kesuburan. Nama Ketuk Tilu itu diambil dari waditra pengiringnya (alat musik) yang terdiri dari alat musik yang disebut ketuk berupa gendang kecil.- JAIPONGANAntara Kreasi Seni, Gengsi dan Tradisi Gantangan
6 Sep 2001 - 12:00 am
Keberadaan Jaipongan telah diakui masyarakat, tidak saja di Jawa Barat akan tetapi telah diakui pula keberadaannya di tingkat nasional dan cukup banyak orang asing yang menyukainya. Hal ini pada prinsipnya karena kesenian merupakan milik bersama dari suatu komunitas masyarakat, melalui nilai-nilai yang dikandungnya dari suatu bentuk seni tersebut. Jaipongan merupakan cermin kinerja seniman sebagai individu yang merupakan ekspresi pribadinya yang tidak lepas dari pengaruh lingkungannya.




















