Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci perda (21)

HAJI HASAN MUSTAPA

29 Jan 2003 - 9:41 pm

Haji Hasan Mustapa (Cikajang, Garut, 1852-Bandung, 1930). Penghulu besar, ulama, pujangga Sunda yang terbesar. Ayahnya, Mas Sastramanggala, setelah naik haji disebut Haji Usman, camat perkebunan. Meskipun Haji Usman sendiri waktu kecil bersekolah, tetapi Hasan Mustapa tidak disekolahkannya, melainkan disuruh belajar diberbagai pesantren. Pada umur 7 tahun, ia dibawa ayahnya naik haji ke Mekah, sekembalinya disuruh belajar di beberapa pesantren. Pada usia kira-kira 17 tahun dikirimkan ke Mekah untuk memperdalam ilmu agama dan bermukim disana 1.k. 10 tahun, setelah kembali ia masih disuruh belajar lagi kepada beberapa kiai.

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS IAl Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 1 d/k 18

18 Nov 2002 - 1:49 pm

1. ALLOH ANU MAHA UNINGA (:2/1,2) - rhs, 1 Syawal 1421 H


  • Alloh Nu Maha Uninga, kana sadaya dawuh-Na,
    mungguhing urang manusa, wajib kedah percantenna.
  • Kana Qur'an ulah hamham, ulah waswas ragu-ragu,
    upami urang mihamham, tangtos urang buntu laku.
  • Sadaya umat Pangeran, kedah kenging tuduh jalan,
    nu mawi lumungsur Qur'an, pikeun tuduh jalan iman.
  • Tawisna nu takwa to'at, yakin ayana aherat,
    solatna teh tara pegat, ku Alloh tangtos dirahmat.

CECEP RUKMANA RUHYAT, IR. MMPendiri LSS ITB yang Dikenal sebagai Pengusaha Hotel

18 Nov 2002 - 1:34 pm

Salah satu tujuan ditampilkannya profil tokoh/inohong di SundaNet.Com adalah sebagai bahan referensi dan informasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Tatar Sunda serta masyarakat lainnya. Semakin beraneka ragam profil dengan latar belakang profesi dan disiplin keilmuan yang berbeda akan semakin menambah informasi mengenai tokoh-tokoh dimaksud.
Kali ini SundaNet.Com mencoba menampilkan atau ngawanohkeun seorang tokoh yang memiliki profesi sebagai pengusaha perhotelan (Komisaris PT. Panghegar dan PT. Savoy Homann Bidakara), politisi sekaligus anggota DPR/MPR RI periode 1999-2004.
Beliau adalah Bapak Cecep Rukmana Ruhyat.

Prof. DR. H.M. Sambas WiradisuriaMASYARAKAT SUNDA HARUS MENGUSAI IPTEK UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

10 Jun 2002 - 5:35 am

Salah satu upaya untuk memajukan masyarakat Sunda pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, adalah dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi sangat penting untuk menopang industrialisasi yang dimulai dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan yang sudah teruji. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat kita tangguh dalam kompetisi global.

Hal tersebut disampaikan Inohong Sunda kita kali ini yakni Prof. DR. H.M. Sambas Wiradisuria. Putera Daerah Sunda ini dilahirkan di Garut pada tanggal 29 Januari 1935. Beliau adalah salah seorang pakar ilmu kedokteran dengan spesialisasi ilmu kedokteran anak.

TATAR SUNDA, DANGKALAN SUNDA DAN KERAJAAN SUNDA

30 Apr 2002 - 3:59 am

Nama wilayah (tanah, tatar) yang menurut sumber setempat meliputi bagian Barat Pulau Jawa yang mula-mula (sampai akhir abad ke 16) batasnya sebelah Timur adalah Sungai Cimapali (Kali Pemali sekarang), tetapi kemudian batas itu pindah ke sebelah Barat ke sungai Cilosari. Menurut Tome' Pires, orang Portugis, pada tahun 1513, batas sebelah Timur itu ialah Sungai Cimanuk. Tetapi mungkin berdasakan tafsiran atau informasi tentang perbedaan agama yang dianut, yaitu antara agama Hindu (Sunda) dan Agama Islam (Jawa). Bagian terbesar (2/3) Tanah Sunda berupa dataran tinggi dan pegunungan, hanya bagian Utara yang berupa dataran rendah. Pegunungan itu memanjang dari Barat ke Timur.