Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci pinggir (14)
- Prof. H. Ajip RosidiPengarang Sunda yang Produktif dan Inovatif
9 Oct 2001 - 4:20 am
Salah seorang Inohong Sunda yang tampil kali ini di SundaNet.Com adalah Prof. H. Ajip Rosidi. Beliau dilahirkan di Jatiwangi pada tanggal 31 Januari 1938. Saat ini Ajip Rosidi adalah salah seorang Guru Besar di Osaka Gaikokugo Daigaku atau Universitas Bahasa Asing Osaka.
Secara formal Ajip Rosidi tidak tamat Sekolah Menengah Umum (SMU). Walaupun demikian hasil karyanya melebihi tingkat sarjana. Kepandaian Ajip semakin terasah karena pada tahun 1953 sampai 1955 dipercaya mengomandani media Suluh Pelajar. Kemudian pada tahun 1965 sampai 1967 Ajip memegang Majalah Sunda, selain itu juga pernah memimpin Budaya Jaya dari tahun 1968-1979. Tulisan-tulisannya terasa tajam dan berisi. Apalagi sewaktu menerbitkan Majalah Sunda, nama Ajip sangat populer dan cukup diperhitungkan.- NGABUBURIT GAYA TEMPO DOELOESebuah Tradisi Masyarakat Sunda yang Nyaris Punah
30 Aug 2001 - 12:00 am
Ngabuburit dalam bahasa Sunda artinya melena-lena, melewatkan waktu di bulan puasa, sambil menunggu adzan maghrib, saatnya orang berbuka puasa. Caranya bagaimana mengisi waktu ngabuburit, dengan melena-lena sambil mengendalikan perilaku yang baik dan utama, agar puasa tetap terjaga, dan tidak batal.
- KUJANG
30 Aug 2001 - 12:00 am
Kujang merupakan senjata khas Jawa Barat. Sebenarnya alat pertanian berbentuk mirip peta Jawa Barat, kedua pinggirnya tajam dan ujungnya lancip. Dibagian punggungnya berlubang 3-6, dipergunakan untuk menebas tanaman perda yang tumbuh pada lahan yang akan ditanami padi atau untuk menyiangi rumput.
- K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)Sosok Kyai-nya Kawula Muda
22 Aug 2001 - 12:00 am
Sosok Kyai yang satu ini memang lain, dia berani tampil beda antara menjalankan Syiar Islam dan kesehariannya. Tidak percaya? Lihat photo Aa Gym (begitu panggilan akrab) Kyai-nya kawula muda yang tampil di layar ini.
Pria kelahiran 29 Januari 1962 ini lebih enak dipanggil Aa (kakak), daripada sebutan Kyai.
"Saya ingin akrab dengan semua lapisan masyarakat, kalau dipanggil Kyai sepertinya ada jarak," ujar anak yang besar di lingkungan tentara dan pernah memimpin Resimen Mahasiswa di Universitas Ahmad Yani (Unjani) Cimahi ini.




















