Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci sebagian (24)

TATA BUSANA DODOT SUNDA & DODOT POLENG RELIGIUSOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga

11 Mar 2002 - 3:51 am

Tata busana Mojang Sunda sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keindahan, keluwesan, mode serta asesoriesnya selalu menjadi acuan tata busana wanita Nasional. Demikian pula tata busana Pengantinnya, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang pesat, sehingga Bandung sering disebut sebagai pusat mode bagi Nusantara.

Tetapi tata busana untuk kaum Pria Sunda tidak sepesat perkembangan tata busana mojangnya. Padahal tidak sedikit kaum pria Urang Sunda yang pada waktu-waktu tertentu, seperti halnya dalam resepsi pernikahan, sangat berkeinginan untuk mempunyai tata busana pria yang khas Sunda. Pada beberapa kesempatan penulis telah mencoba memodifikasi tata busana Dodot Kasundaan, hasilnya antara lain berupa tata busan pria/dodot Jajaka yang digunakan sebagai tata busana wajib pada pemilihan Jajaka dan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat (1993).

SEKILAS SEJARAH SUNDAMulai Zaman Pra Sejarah, Kerajaan, Kolonial dan Masa Kini

11 Mar 2002 - 3:26 am

Era sejarah di Tanah Sunda baru dimulai pada pertengahan abad ke-5 seiring dengan dibuatnya dokumen tertulis berupa beberapa buah prasasti yang dipahat pada batu dengan menggunakan Bahasa Sansekerta dan Aksara Pallawa. Prasasti-prasasti itu yang ditemukan di daerah Bogor, Bekasi dan Pandeglang dibuat pada zaman Kerajaan Tarumanagara dengan salah seorang rajanya bernama Purnawarman dan ibukotanya terletak di daerah Bekasi sekarang. Pada masa itu sampai abad ke-7, sistem kerajaan sebagai merupakan pemerintahan, Agama Hindu sebagai agama resmi negara, sistem kasta sebagai bentuk stratifikasi sosial, dan hubungan antar negara telah mulai terwujud, walaupun masih dalam tahap awal dan terbatas.

SEJARAH BANDUNGOleh: A. Sobana Hardjasaputra

18 Feb 2002 - 7:21 am

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

TOPENG CIREBONOleh: Nana Munajat

19 Oct 2001 - 3:14 am

Kata topeng dapat diartikan sebagai penutup muka atau wajah yang disebut kedok. Tarian yang dalam penyajiannya menggunakan kedok ini secara umum disebut Tari Topeng. Selain itu juga ada tarian yang penyajiannya tidak menggunakan topeng tetapi disebut Tari Topeng misalnya tari Topeng Cisalak, Tari Lipet Gandes dan Blantek. Ada pula tarian yang menggunakan topeng tetapi tidak dikatakan Tari Topeng seperti halnya Wayang Wong Cirebon. Istilah topeng di Wilayah Cirebon dapat diartikan juga sebagai pertunjukan secara lengkap.

Ir. RGS Soeria Danoe NingratDalam Bekerja Harus Loyal Pada Institusi Bukan Kepada Orang

17 Oct 2001 - 7:24 am

Di kalangan aktifis dan pelaku bisnis bidang Pertanian dan Perkebunan Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat bukanlah nama yang asing. Beliau adalah salah seorang Putera Sunda yang tekun, loyal dan mempunyai prinsip yang kuat serta selalu menjaga amanah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sehingga tidaklah mengherankan apabila beberapa perusahaan yang dipimpinnya selalu menghasilkan nilai tambah khususnya di bidang perkebunan teh.

Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat atau yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Goembira ini, dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 17 Januari 1936. Ayahnya RAAM Soeria Danoe Ningrat teureuh Sumedanglarang, Sukapura dan Ciamis, pernah menjabat Bupati Sukabumi periode 1933-1942 dan diangkat kembali pada tahun 1947-1951. Sedangkan ibunya berasal dari Pangalengan, Kabupaten Bandung.