Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci sendiri (65)
- Seni Batik
29 Aug 2001 - 12:00 am
Seni batik di Jawa Barat sudah di kenal semenjak ditulisnya naskah "Siksa Kandang Karesian" abad pada ke-16. Saat itu orang sunda sudah mengenal berbagai corak kain yang dalam Bahasa Sunda disebut samping dan batik. Beberapa macam corak lukisan (tulis), saat itu diantaranya pupujengan, hihinggulan, kekembangan, alas-alasan, sisirangan, toruk hata, kembang tarate, dan beberapa macam kain seperti kembang muncang, gagang senggang, anyam cayut, poleng rengganis, surat awi dan hujan riris.
- MASYARAKAT BERHAK MENILAI
23 Aug 2001 - 12:00 am
Ini salah satu hembusan angin segar dalam reformasi pengelolaan lingkungan. Kini masyarakat lokal berhak menilai, mengkritik dan memberi masukan terhadap perumusan AMDAL perusahaan baru yang mengelola sumber daya alam dan memberi dampak lingkungan di suatu daerah.
- AIR SUNGAI DI KOTA BANDUNG MEMBAHAYAKAN
23 Aug 2001 - 12:00 am
Kondisi air sungai yang ada di Kota Bandung ternyata sudah berada dalam kondisi kritis dan sangat membahayakan. Sungai-sungai di Kota Bandung ternyata sudah terkontaminasi oleh bahan pencemar seperti busa deterjen, BOD, COD, arsenikum dan sianida yang sudah melewati ambang batas maksimal
- SENI BENJANG
22 Aug 2001 - 4:27 am
Benjang merupakan salah satu jenis kesenian rakyat berupa gulat dan tarian. Benjang diiringi dengan Terebang, Gendang, Terompet, Bedug dan Kecrek. Menurut beberapa catatan, benjang diciptakan oleh Santari dan Madsari dari Ciwaru, Ujungberung, Bandung sekitar abad ke 18.
- Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat
22 Aug 2001 - 4:08 am
Berdasarkan alirannya, beladiri Pencak Silat yang ada di Jawa Barat dibagi berdasarkan beberapa aliran. Diantaranya Cimande, Cikalong, Syahbandar dan beberapa aliran lainnya lagi.
Pencak Silat Cimande untuk pertamakalinya disebarkan oleh Sakir penduduk Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Sakir adalah salah seorang tokoh Pencak Silat, serta ilmu kebatinan Sakir dikenal “luhung elmu”nya. Karenanya, Sakir sangat disegani masyarakat. Penduduk setempat menganggap Sakir sebagai orang tua mereka sendiri.




















