Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci sumedang (33)

Kawih Sunda II

21 May 2002 - 1:17 am

Lembur matuh, naha atuh
Milih bandung kota kembang
Bandung nu heurin ku tangtung
Sasakala sangkuriang
Dilingkung ku gunung-gunung
Gunung cupu mandala ayu
Hayu sindang ka sumedang
Ngan pacuan ngarangrangan

TATA BUSANA DODOT SUNDA & DODOT POLENG RELIGIUSOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga

11 Mar 2002 - 3:51 am

Tata busana Mojang Sunda sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keindahan, keluwesan, mode serta asesoriesnya selalu menjadi acuan tata busana wanita Nasional. Demikian pula tata busana Pengantinnya, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang pesat, sehingga Bandung sering disebut sebagai pusat mode bagi Nusantara.

Tetapi tata busana untuk kaum Pria Sunda tidak sepesat perkembangan tata busana mojangnya. Padahal tidak sedikit kaum pria Urang Sunda yang pada waktu-waktu tertentu, seperti halnya dalam resepsi pernikahan, sangat berkeinginan untuk mempunyai tata busana pria yang khas Sunda. Pada beberapa kesempatan penulis telah mencoba memodifikasi tata busana Dodot Kasundaan, hasilnya antara lain berupa tata busan pria/dodot Jajaka yang digunakan sebagai tata busana wajib pada pemilihan Jajaka dan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat (1993).

SEKILAS SEJARAH SUNDAMulai Zaman Pra Sejarah, Kerajaan, Kolonial dan Masa Kini

11 Mar 2002 - 3:26 am

Era sejarah di Tanah Sunda baru dimulai pada pertengahan abad ke-5 seiring dengan dibuatnya dokumen tertulis berupa beberapa buah prasasti yang dipahat pada batu dengan menggunakan Bahasa Sansekerta dan Aksara Pallawa. Prasasti-prasasti itu yang ditemukan di daerah Bogor, Bekasi dan Pandeglang dibuat pada zaman Kerajaan Tarumanagara dengan salah seorang rajanya bernama Purnawarman dan ibukotanya terletak di daerah Bekasi sekarang. Pada masa itu sampai abad ke-7, sistem kerajaan sebagai merupakan pemerintahan, Agama Hindu sebagai agama resmi negara, sistem kasta sebagai bentuk stratifikasi sosial, dan hubungan antar negara telah mulai terwujud, walaupun masih dalam tahap awal dan terbatas.

SEJARAH BANDUNGOleh: A. Sobana Hardjasaputra

18 Feb 2002 - 7:21 am

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

LAGU-LAGU PANAMBIH TEMBANG SUNDA(Manglean II)

5 Feb 2002 - 10:10 pm

Lagu-Lagu Panambih biasa digunakeun nalika mamaos Cianjuran/Tembang Sunda. Biasana upami parantos nembangkeun lagu poko nembe ditema ku lagu Panambih. Waditra nu mirigna iwal ti kacapi indung disarengan ku rincik, suling atanapi rebab.

Kapungkur mah anu sok nembangkeun lagu panambih teh mung juru mamaos istri, nanging ayeuna mah juru mamaos pameget oge sok pirajeunan ngiring nembangkeun lagu Panambih. Istilah lagu Panambih kapungkur sok disebat oge lagu Ekstra husus dianggo dina istilah tembang Sunda/Cianjuran, da upami piriganana ku kiliningan atanpi waditra nu liana mah disebat lagu Kawih bae. Kanggo anu seneng Tembang Sunda/Cianjuran sumangga dihaturanan ngahariring lagu Panambih dina Manglean ka-II.