Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci buran (30)

PERAN SANGKURIANG DAN DANGHYANG SUMBI DALAM LEGENDA GUNUNG TANGKUBANPARAHUSuatu kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya

3 May 2004 - 11:49 pm

Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkubanparahu sangat dikenal di Tatar Sunda, disebut pula sebagai sasakala terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Adapun tokoh Danghyang Sumbi yang seharusnya menjadi esensi maknawi dalam mitos ini sering tersisihkan oleh peran Sangkuriang - puteranya. Wacana yang tersaji kali ini adalah upaya untuk mengarifi nilai-nilai mitos yang terkandung dalam legenda gunung Tangkubanparahu, sehingga mempunyai nilai tambah bagi pemaknaan kita terhadap wawasan budaya lokal.

KEMANA PERGINYA DONGENG SUNDA KITA?

14 Jul 2003 - 1:04 pm

Belakangan ini sulit sekali rasanya kita mendengar acara radio yang menyiarkan secara langsung dongeng pasosonten, carita ti Sinta dan sejenisnya. Acara tersebut biasanya dibawakan oleh seorang yang ahli membawakan berbagai karakter, ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi, kakek-kakek, nenek-nenek, anak-anak, bayi, pendekar, orang jahat dan sebagainya.

Pada masanya hampir setiap rumah penduduk merelai acara dari sebuah radio yang meyiarkan dongeng. Tidak terbayang lagi betapa hiruk pikuk orang ketika esok harinya menceritakan kembali apa-apa yang ia dengar dari sebuah dongeng favoritnya. Atau ketika orang terburu-buru ingin segera tiba di rumahnya setelah seharian penuh bekerja, pada sore harinya beristirahat sambil menyimak siaran dongeng favoritnya yang penuh pekerti tersebut.

Si Magrib

27 May 2003 - 2:11 am

Tepi ka taun 60 mah rea keneh tegal di Bandung teh. Lapangan bal oge loba deuih. Iwal ti Tegallega nu dibagi jadi sabaraha lapangan bal, aya lapang GB (tukangeun Gedong Sate), Gasibu, Jatayu, Cicendo, Dokter Rum, Brombek (Sukajadi), jeung sajabana. Ari tegal nu sok diparake arulin barudak mah, di antara Taman Maluku, Kebonkawung, Merbabu, jeung sajabana.

Kampung Kuta Pantrang Nanggap Wayang

9 Jan 2003 - 10:19 pm

Dina raraga nyoreang alam katukang, mulangkeun panineungan kaayaan dayeuh Bandung antawis taun 1950-an dugi ka taun '60-an nu tangtos kaayaan harita kalintang tebih pisan bentenna sareng Bandung ayeuna. Dina seratan ieu dicobi dipedar seratan saderek Us Tiarsa R nu sadidintenna mancen tugas salaku redaksi "Pikiran Rakyat Grup" hususna di mingguan "Galura" Bandung nu urang moal bireuk deui, dicutat tina buku "Basa Bandung Halimunan" nu diterbitkeun ku Penerbit Yayasan Galura.

WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga

24 Dec 2002 - 11:12 pm

Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.

Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".