Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci lamban (22)
- WANITA DENGAN PERANNYAOleh: H.R. Hidayat Suryalaga
24 Dec 2002 - 11:12 pm
Tulisan ini sebagai suatu upaya mencari "KABERKAHAN" dari peran seorang IBU/WANITA berdasarkan Folklor Sunda dan kajian kasus per kasus. Semoga bermanfaat bagi perbincangan kita dalam arus "persamaan hak dan gender" yang kini hangat dicelotehkan orang.
Tulisan yang tidak berpretensi ilmiah ini saya persembahkan kepada semua wanita, sebagai rasa hormat dan kagum kepada insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Wacana ini penulis susun sebatas menelusuri dan mengkaji nilai-nilai luhur mengenai kedudukan dan peran wanita yang terjumpai dalam folklor Sunda. Pada akhirnya diharapkan kita semua faham bagaimana "ngalap berekah" dari insan yang ditakdirkan menjadi wanita. Bukankah kata leluhur Sunda "ARI MUNJUNG ULAH KA GUNUNG, MUNJUNG MAH KUDU KA INDUNG".- NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS I (bagian 2)Al Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 19 d/k 30
20 Dec 2002 - 1:11 am
11. CAHAYA KILAT SAJORELAT (:2/19) - rhs, 2 Syawal 1421 H
- Pareng leumpang tengah peuting, poek mongkleng sepi jempling,
ngadadak baranyay kilat, serab kilat sajorelat. - Jelebet sorana tarik, dunya eundeur rek tibalik,
tinggorowok tingkoceak, asa kiamat ngadadak. - Gelap dor-dar tingjelegur, dunya asa arek lebur,
nu munapek tingjarerit, sieun maot jadi mayit. - Careurik aluk-alukan, anak bojo dicalukan,
tapi taya nu nembalan, hayang salamet sorangan. - Kitu misil nu munapek, leumpang ngatog di nu poek,
uyup-ayap rungah-ringeuh, hatena tagiwur riweuh. - Nu munapek lolong hate, teu apal goreng jeung hade,
cilaka estu cilaka, nu munapek ka naraka. - Alloh Nu Maha Ngamurba, ngamurba ka sadayana,
sadaya mahluk Mantenna, Alloh Nu Maha Kawasa.
- Pareng leumpang tengah peuting, poek mongkleng sepi jempling,
- Kawih Sunda III
21 May 2002 - 1:24 am
Diraksukan kabaya
Nambihan cahayana
Dangdosan sederhana
Mojang priangan
Umat-imut lucu
Sura-seuri nyari
Larak-lirik keupat
Mojang Priangan
Mojang ti Priangan
Lucu sae atikan
Sae basa sopan
Mojang Priangan- TATA BUSANA DODOT SUNDA & DODOT POLENG RELIGIUSOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga
11 Mar 2002 - 3:51 am
Tata busana Mojang Sunda sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keindahan, keluwesan, mode serta asesoriesnya selalu menjadi acuan tata busana wanita Nasional. Demikian pula tata busana Pengantinnya, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang pesat, sehingga Bandung sering disebut sebagai pusat mode bagi Nusantara.
Tetapi tata busana untuk kaum Pria Sunda tidak sepesat perkembangan tata busana mojangnya. Padahal tidak sedikit kaum pria Urang Sunda yang pada waktu-waktu tertentu, seperti halnya dalam resepsi pernikahan, sangat berkeinginan untuk mempunyai tata busana pria yang khas Sunda. Pada beberapa kesempatan penulis telah mencoba memodifikasi tata busana Dodot Kasundaan, hasilnya antara lain berupa tata busan pria/dodot Jajaka yang digunakan sebagai tata busana wajib pada pemilihan Jajaka dan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat (1993).- AMANAT GALUNGGUNG PRABUGURU DARMASIKSA LULUHUR SUNDAOleh: Drs. H.R. Hidayat Suryalaga
15 Feb 2002 - 6:02 am
Amanat Galunggung atau disebut Naskah Ciburuy atau Kropok No.632 yang merupakan amanat Prabu Guru Darmasiksa merupakan khasanah Budaya Sunda sebagai kearifan Genus Lokal.
Dalam tulisan ini analisis terkonsentrasi pada aspek nilai-nilai pandangan hidup (value, etika, moral) yang terdapat dalam referensi kesejarahan (historiografi), seperti halnya yang dijumpai dalam naskah-naskah kuno yang diterbitkan serta ada keterkaitannya dengan wilayah Sukapura/Tasikmalaya.




















