Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci latar (16)

NADOMAN NURUL HIKMAH, DARAS I (bagian 2)Al Baqarah (Surat Kadua) - Ayat 19 d/k 30

20 Dec 2002 - 1:11 am

11. CAHAYA KILAT SAJORELAT (:2/19) - rhs, 2 Syawal 1421 H


  • Pareng leumpang tengah peuting, poek mongkleng sepi jempling,
    ngadadak baranyay kilat, serab kilat sajorelat.
  • Jelebet sorana tarik, dunya eundeur rek tibalik,
    tinggorowok tingkoceak, asa kiamat ngadadak.
  • Gelap dor-dar tingjelegur, dunya asa arek lebur,
    nu munapek tingjarerit, sieun maot jadi mayit.
  • Careurik aluk-alukan, anak bojo dicalukan,
    tapi taya nu nembalan, hayang salamet sorangan.
  • Kitu misil nu munapek, leumpang ngatog di nu poek,
    uyup-ayap rungah-ringeuh, hatena tagiwur riweuh.
  • Nu munapek lolong hate, teu apal goreng jeung hade,
    cilaka estu cilaka, nu munapek ka naraka.
  • Alloh Nu Maha Ngamurba, ngamurba ka sadayana,
    sadaya mahluk Mantenna, Alloh Nu Maha Kawasa.

CECEP RUKMANA RUHYAT, IR. MMPendiri LSS ITB yang Dikenal sebagai Pengusaha Hotel

18 Nov 2002 - 1:34 pm

Salah satu tujuan ditampilkannya profil tokoh/inohong di SundaNet.Com adalah sebagai bahan referensi dan informasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Tatar Sunda serta masyarakat lainnya. Semakin beraneka ragam profil dengan latar belakang profesi dan disiplin keilmuan yang berbeda akan semakin menambah informasi mengenai tokoh-tokoh dimaksud.
Kali ini SundaNet.Com mencoba menampilkan atau ngawanohkeun seorang tokoh yang memiliki profesi sebagai pengusaha perhotelan (Komisaris PT. Panghegar dan PT. Savoy Homann Bidakara), politisi sekaligus anggota DPR/MPR RI periode 1999-2004.
Beliau adalah Bapak Cecep Rukmana Ruhyat.

SEPUTAR BUSANA KAIN KEBAYA SUNDA DENGAN ASSESORIESNYAH.R. Hidayat Suryalaga

15 Oct 2002 - 12:48 am

Dalam tulisan ini, penulis hanya mencoba memaparkan secara singkat historis, jenis serta cara pemakaian berbusana kain kebaya Sunda. Mungkin bermanfaat bagi wanoja Sunda yang ingin berbusana kain kebaya Sunda sesuai dengan norma-norma yang baik dan benar. Tulisan ini disarikan dari pengalaman penulis yang pernah menjadi juri/penatar Pemilihan Mojang dan Jajaka Parahiyangan/Jawa Barat dari tahun 1988-2001.

TIEN ROSTINI ASIKINMengangkat Budaya Lokal ke Tatanan Budaya Global

30 Jan 2002 - 10:17 pm

Sebagai orang Sunda kita boleh bangga karena kita memiliki salah seorang Tokoh Seni sekaligus Budayawati Sunda yang dapat dikatakan sebagai pejuang seni. Dalam usianya yang telah melewati setengah abad masih terus berusaha menggali dan mengangkat budaya Sunda melalui Studio Seni Palataran Pakujajar Sipatahunan, beliau tiada lain adalah Tien Rostini atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ema Ageung.

Tien Rostini Asikin merupakan salah seorang Tokoh Seni sekaligus Budayawti Sunda yang lahir di Sukajadi Bandung pada tanggal 31 Januari 1942. Oleh para seniman dan kerabat dekat, Tien Rostini biasa dipanggil Ema, ada juga yang menyebut Ema Ageung. Panggilan Ema terasa akrab dan menyiratkan rasa jalinan tali kekeluargaan.

GENRE DAN GAYA TARI SUNDAOleh: Nana Munajat

29 Jan 2002 - 10:49 pm

Dalam dunia Tari Sunda di Jawa Barat dikenal adanya beberapa genre atau jenis penyajian tari dan gaya atau sifat pembawaan tari. Masing-masing wilayah memiliki genre dan gaya tersendiri. Kedua sisi ini menjadikan tari memiliki bentuk dan warna yang khas. Genre tari sering pula disebut jenis atau rumpun. Genre tari ini terlahir oleh karya dan karsa masyarakat atau individu yang kemudian menyebar di masyarakat. Secara umum tari Sunda atau tari Jawa Barat terbagi dalam beberapa genre antara lain genre tari rakyat, tari wayang, tari keurseus, tari topeng, tari Tjetje Somantri, tari wanda anyar dan ibing penca.