Hasil Pencarian
Hasil pencarian untuk kata kunci lipur (5)
- PUSAKA KEBESARAN LELUHUR PASUNDANTERKOLEKSI DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN
1 Aug 2003 - 3:51 am
Usaha permulaan benda-benda pusaka peninggalan leluhur, sebagai tempat penyimpanan dan penyelamat benda budaya yang tak ternilai harganya, hingga dapat memelihara dan merawatnya sebaik mungkin merupakan tujuan museum. Museum Prabu Geusan Ulun terletak di kota jantung Sumedang, 45 Km dari pusat Kota Bandung. Nama museum diambil dari nama tokoh sejarah Kharismatik yang berjaya dalam penyebaran agama Islam, memerintah pada tahun 1578 sampai tahun 1601. Museum ini didirikan dan dikelola oleh Yayasan Pangeran Sumedang (YPS).
- TEMBANG SUNDA LARAS SOROG II
25 Oct 2002 - 4:25 pm
Kelanjutan dari artikel sebelumnya: "TEMBANG SUNDA LARAS SOROG I".
- Naskah Kuna: WAWACAN BERMANA SAKTI
25 Jun 2002 - 7:45 am
Adalah kisah di Kerajaan Keling dengan rajanya bernama Bermana Alam. Dari permaisuri Sekarwulan is berputra Bermana Sakti. Yang menjadi Penghulu serta Patih di negara itu tidak disebutkan namanya, tetapi hanya disebut bahwa keduanya adalah adik sang raja.
- LAGU–LAGU KAWIH SUNDA(Manglean I)
5 Feb 2002 - 8:46 pm
Dina kandaga kabeungharan seni swara Sunda aya nu disebat KAWIH aya nu dipirig ku waditra aya oge anu ditambul bae. Piriganana tiasa ku kilinihgan, degung, kacapian, calung, angklung, malah tiasa bae ku alat musik moderen oge.
Rumpaka lalaguan Kawih kalintang seueurna, malah seueur anu parantos dianggap klasi upamina bae Es Lilin, Awi Ngarambat, Manuk Dadali, Budak Ceurik jeung sajabana ti eta. Kanggo panglejar kalbu mangga ku para wargi SundaNet.Com dihahariringkeun. Ayeuna nembe kahaturkeun Mangalean ka-I.- EROTISKAH TARI KETUK TILU?
6 Sep 2001 - 12:00 am
Kaitan dari Tari Ketuk Tilu yang dilakukan penari, ronggeng atau doger adalah gerakannya yang erotis, yakni gerakan berupa goyang pinggul, geol dan giteknya yang merangsang. Sekelumit erotisme, enjoyment serta partisipasi Tari Ketuk Tilu memiliki latar belakang sebuah budaya untuk upacara sakral.
Pada mulanya Tari Ketuk Tilu adalah tari bagi upacara penghargaan kepada dewi yang dianggap melindungi tanaman padi, yakni Dewi Sri. Tari ini dilakukan oleh dua jenis penari yang terdiri dari wanita dan pria secara berpasangan yang mengandung arti kesuburan. Nama Ketuk Tilu itu diambil dari waditra pengiringnya (alat musik) yang terdiri dari alat musik yang disebut ketuk berupa gendang kecil.




















