Hasil Pencarian

Hasil pencarian untuk kata kunci menta (78)

Sebuah Catatan: DIALOG SERATUSMembangun Daya Tahan dan Daya Juang Masyarakat
(Kerjasama Bandung Spirit & YPSDM Forum Rektor)

20 Aug 2002 - 8:29 am

Akibat masa keterpurukan yang berkepanjangan, masyarakat kelas menengah kebawah dihadapkan kepada situasi kejiwaan yang berintikan rasa kehilangan. Mereka kehilangan sumber nafkah, kepercayaan (kepada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif), kehilangan panutan, kehilangan rujukan dalam kehidupan sehari-hari dan kehilangan harapan akan masa depan. Dibawah tekanan keadaan seperti itu, mereka lebih mudah melakukan baik tindak kejahatan individual maupun amuk masa yang destgruktif. Kedua macam tindakan itu berintikan kekerasan,baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam. Disesalkan, kelompok elit yang seharusnya menjadi panutan didalam dan mengatasi rasa kehilangan itu ternyata belum dapat diandalkan. Sebagian diantaranya bahkan tidak sadar akan masalah yang begitu nyata, sebagian lainnya justru memanfaatkan keadaan itu untuk tujuan-tujuan pribadi maupun golongan. Perbuatan tidak layak dan tidak terhormat seperti itu harus segera dihentikan dan upaya-upaya nyata yang benar-benar dibimbing cita-cita mulia harus digalakkan.

WAWACAN ANGLING DARMA

8 Aug 2002 - 6:23 am

Puteri Raja Bojanegara yang bernama Dewi Srenggana bermimpi melihat dan kejatuhan cahaya serta mendengar suara yang mengatakan bahwa sinar yang terang itu adalah penjelmaan Putri Setyawati dari Malawa yang meninggal karena labuh geni dan akan menitis, Dewi Srenggana semakin elok tiada bandingannya dan berganti nama menjadi Dewi Ambarawati.

CARITA PANTUN MUNDING KAWATI

8 Aug 2002 - 5:58 am

Dalam Carita Pantun ini, diterangkan bahwa Prabu Mundingkawati merupakan keturunan Prabu Siliwangi dan menjadi raja di Haur Doni.Prabu Mundingkawati memiliki 2 orang permaisuri yakni Ratna Sari dan Ratna Kembang. Keduanya keturunan bidadari dari kahiangan yang sama-sama sedang mengandung.Pada suatu saat kedua permaisuri bermimpi didatangi kucing candramawat yang naik ke pangkuan masing-masing, keraton rusak, negara dilanda banjir, dan raja berlayar dengan perahu diterjang angin ribut sampai tenggelam. Baginda menafsirkannya sebagai pertanda akan ada raja yang meyatakan takluk.

Naskah Kuna: WAWACAN ISTRI SAJATI

22 Jul 2002 - 5:30 am

Pak Sarikam yang hidupnya menduda, tinggal di desa Sukasari. Pekerjaan sehari-hari sebagai tukang kayu (bas). Pada waktu ia sedang memborong membangun rumah pak Lurah. Masih di desa itu tinggallah seorang gadis yatim piatu bernama Nyi Sari. Ia belum mendapat Jodoh, mungkin karena penyakit yang di deritanya selama ini, yaitu sekujur tubuhnya penuh dengan koreng. Pak Sarikam dating meminangnya, maka kemudian kawinlah mereka.

TALAGA BAGENDITKu: R. Satjadibrata

11 Jul 2002 - 7:40 am

Baheula, geus rebuan taun ka tukang, aya hiji randa beunghar katelah Nyi Endit. Ieu the saenyana mah nenehna, da ngaranna sajati mah Nyi Bagendit. Manehna the kacida pisan kumedna. Geus taya nu bireuk deui kana kakumedanana. Salian ti pakacar-pakacarna mah tara aya nu lar sup ka imahna. Estuning lain babasan eta mah nirup nyorangan the. Kajaba ti teu aya nu ngawawuhan, Nyi Endit the memang jalma nunggul pinang, geus teu kadang warga, hirup the estu nunggelis. Ari beungharna tea mah tetela. Beh kebonna beh sawahna, imahna ge panggedena di salembur eta mah. Turug-turug ngahaja mencilkeun maneh, ngababakan di tengah pasawahan, nu upluk-aplak. Maksudna teu aya lain, ku bawaning embung campur jeung babaturan, da sieun kasoro tea. Teu kitu mah atuh moal disebut medit.